Bupati Fawait Akui dan Siap Tanggung Utang Rp214 Miliar Warisan Pemerintahan Sebelumnya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 27 Okt 2025 18:17 WIB ·

Bupati Fawait Akui dan Siap Tanggung Utang Rp214 Miliar Warisan Pemerintahan Sebelumnya


 Bupati Fawait Akui dan Siap Tanggung Utang Rp214 Miliar Warisan Pemerintahan Sebelumnya Perbesar

Jember, – Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saat ini menanggung utang sebesar Rp214 miliar kepada tiga rumah sakit daerah. Utang tersebut muncul akibat program J-Keren, yang dijalankan sejak 2022 hingga 2024 pada masa pemerintahan sebelumnya.

“Memang Pemkab Jember masih punya hutang di tiga rumah sakit sebesar Rp214 miliar. Utang ini dari pemerintah sebelumnya,” ujar Fawait, Senin (27/10/2025).

Meski bukan hasil kebijakan yang dibuat di masa pemerintahannya, Fawait menegaskan bahwa dirinya tidak akan lepas tangan. Sebagai pemimpin saat ini, ia menganggap penyelesaian utang tersebut adalah tanggung jawab moral dan administratif pemerintahannya.

Baca juga:Lapas Jember Pastikan Tidak Ada Ruang bagi Penyalahgunaan Handphone di Dalam Lapas

“Karena sekarang kami yang menjadi Bupati, maka tanggung jawab membayar utang ada pada kami,” tegas pria yang akrab disapa Gus Fawait itu.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Fawait telah mengumpulkan para direktur rumah sakit dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember. Pertemuan tersebut membahas berbagai opsi penyelesaian agar pembayaran utang tidak mengganggu pelayanan publik.

“Kapan hari kami sudah mengumpulkan para direktur rumah sakit dan Dinkes untuk mencari solusi-solusi. Mudah-mudahan tahun depan bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Baca juga:Agus Triyono Ingatkan ASN Lumajang: Utamakan Kepentingan Publik

Namun, Fawait mengakui bahwa pembayaran utang belum dapat dimasukkan dalam APBD 2025, karena pihak rumah sakit belum menyusun Rencana Penggunaan Anggaran (RPA) yang menjadi dasar penganggaran.

“Kami belum bisa menganggarkan pembayaran utang karena masih belum ada perencanaan RPA-nya di rumah sakit,” jelasnya.

Fawait juga mengingatkan seluruh jajarannya agar lebih hati-hati dalam merancang program daerah. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus disusun secara realistis dan terukur agar tidak meninggalkan beban keuangan bagi pemerintahan berikutnya.

“Kami sudah sampaikan ke rumah sakit dan Dinkes agar kalau membuat program jangan sampai meninggalkan utang. Kalau pun harus utang, jangan sampai menyusahkan pemerintah berikutnya,” tegasnya.

Meski begitu, Fawait menegaskan dirinya tidak akan mencari kambing hitam atas persoalan ini. Ia lebih memilih fokus memperbaiki tata kelola anggaran dan memastikan kebijakan ke depan berjalan dengan lebih akuntabel.

“Pemerintah tidak boleh asal membuat program populis tanpa perhitungan. Semua harus berkelanjutan dan realistis, karena pada akhirnya yang menanggung adalah rakyat juga,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah