Agroindustri dan Pariwisata Hijau Jadi Penopang Investasi Rp 1,9 Triliun Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 10 Nov 2025 14:27 WIB ·

Agroindustri dan Pariwisata Hijau Jadi Penopang Investasi Rp 1,9 Triliun Lumajang


 Agroindustri dan Pariwisata Hijau Jadi Penopang Investasi Rp 1,9 Triliun Lumajang Perbesar

Lumajang, – Kabupaten Lumajang semakin mempertegas posisinya sebagai daerah dengan potensi ekonomi yang tumbuh pesat di Jawa Timur.

Hingga triwulan III tahun 2025, nilai investasi daerah ini menembus Rp 1,989 triliun, menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan prospek masa depan Lumajang.

Capaian tersebut bukan datang begitu saja. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang di bawah kepemimpinan Bupati Indah Amperawati secara konsisten mengarahkan kebijakan pembangunan pada sektor-sektor unggulan daerah, terutama agroindustri, hilirisasi produk pertanian, dan pariwisata berkelanjutan.

Ketiga sektor ini terbukti menjadi motor penggerak investasi sekaligus pencipta nilai tambah ekonomi lokal. Sebagai daerah agraris, Lumajang dikenal dengan kekayaan alamnya, pisang agung, tebu, kopi, hingga hortikultura dataran tinggi.

Selama ini hasil pertanian tersebut banyak dijual dalam bentuk bahan mentah. Namun kini, Pemkab mendorong agar produk-produk lokal itu diolah di dalam daerah melalui penguatan sektor agroindustri.

“Investasi di bidang pertanian harus naik kelas, bukan hanya panen lalu dijual, tetapi juga diolah agar memberi nilai tambah bagi petani dan masyarakat,” kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Senin (10/11/2025).

Melalui dukungan investasi, sejumlah sentra pengolahan hasil pertanian mulai tumbuh di berbagai kecamatan. Misalnya, pabrik pengolahan pisang dan tepung singkong di Kecamatan Pasirian, serta industri gula semut dan kopi bubuk di Gucialit dan Senduro.

Selain menyerap tenaga kerja lokal, sektor ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri daerah.

Hilirisasi ini menjadi magnet tersendiri bagi investor karena menjanjikan kesinambungan pasokan bahan baku sekaligus potensi ekspor.

“Dengan hilirisasi, investor tidak hanya menanam modal, tetapi ikut membangun ekonomi lokal yang tangguh,” ujar Indah.

Selain pertanian, sektor pariwisata berkelanjutan juga menjadi penopang utama pertumbuhan investasi Lumajang. Alam yang memesona, mulai dari Gunung Semeru, Ranu Pane, Air Terjun Tumpak Sewu, hingga Bukit B29, menjadi modal besar dalam mengembangkan ekowisata.

Pariwisata hijau yang mengedepankan kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Investor yang tertarik tidak hanya diharuskan membangun fasilitas wisata, tetapi juga ikut menjaga lingkungan dan memberdayakan warga lokal.

Salah satu proyek unggulan yang sedang dikembangkan adalah zona wisata Ranu Klakah, Ranu Bedali, Ranu Pakis, yang akan dikemas sebagai kawasan wisata terpadu berbasis konservasi air dan edukasi lingkungan.

“Konsep pariwisata Lumajang bukan mass tourism, tapi eco-tourism yang menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian alam,” jelas Indah.

Keberhasilan Lumajang menarik investasi di sektor strategis tidak terlepas dari perubahan tata kelola pelayanan publik. Pemerintah daerah menegaskan komitmen nol pungli dan memperkuat sistem digitalisasi perizinan untuk menciptakan iklim usaha yang aman, cepat, dan transparan.

Dengan tata kelola yang bersih dan kebijakan pembangunan yang terarah, Pemkab optimistis Lumajang akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Jawa Timur.

“Ketika agroindustri tumbuh, wisata berkelanjutan berkembang, dan masyarakat dilibatkan, maka investasi bukan hanya soal angka, tapi juga kesejahteraan yang nyata,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah