Puluhan Rumah Luluh Lantak Diterjang Lahar Hujan Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 20 Nov 2025 12:52 WIB ·

Puluhan Rumah Luluh Lantak Diterjang Lahar Hujan Semeru


 Puluhan Rumah Luluh Lantak Diterjang Lahar Hujan Semeru Perbesar

Lumajang, – Lebih dari 20 rumah di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronijiwo, Kabupaten Lumajang, luluh lantak setelah diterjang banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025).

Material vulkanik yang bercampur air hujan menghantam permukiman secara tiba-tiba, menyisakan pemandangan kehancuran yang memilukan bagi warga.

Bangunan rumah di wilayah tersebut rusak parah. Atap-atap banyak yang ambruk, tembok roboh, dan sejumlah rumah hanya tinggal pondasinya saja.

Beberapa rumah bahkan hanya menyisakan bagian depan, sementara bangunan belakang hilang tersapu derasnya aliran lahar.

Di antara puing reruntuhan, perabotan milik warga seperti lemari, kompor, piala, dan foto keluarga tampak berserak. Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri kokoh tak lagi dapat dikenali bentuknya, berubah menjadi lapisan puing bercampur lumpur vulkanik.

Misno, salah satu warga Sumbersari, mengungkapkan bahwa kerusakan besar di wilayahnya bukan disebabkan awan panas guguran Semeru.

“Ini bukan yang awan panas, lewatnya enggak di sini. Ini banjir laharnya,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).

Rumah Misno pun mengalami kerusakan berat. Bagian terasnya ambruk dan hanya dapur yang tersisa berdiri. Meski seluruh bangunan hampir rata dengan tanah, ia bersyukur keluarganya berhasil mengevakuasi diri sebelum bencana menghantam.

“Habis semua, rumah rusak. Alhamdulillah semua selamat,” tuturnya.

Sejumlah warga tampak sibuk mengais puing untuk mencari barang berharga yang mungkin masih bisa diselamatkan. Ada yang mengusap air mata sambil mengenang detik-detik genting ketika lahar menghantam permukiman.

Kepanikan dan ketakutan masih terasa dalam cerita yang mereka bagikan kepada sesama warga.

Sementara itu, Muzamil, warga lainnya, terlihat membawa beberapa helai pakaian yang berhasil ia temukan.

“Mau dibawa mengungsi, di sini rumahnya sudah habis,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional