Puluhan Rumah Luluh Lantak Diterjang Lahar Hujan Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 20 Nov 2025 12:52 WIB ·

Puluhan Rumah Luluh Lantak Diterjang Lahar Hujan Semeru


 Puluhan Rumah Luluh Lantak Diterjang Lahar Hujan Semeru Perbesar

Lumajang, – Lebih dari 20 rumah di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronijiwo, Kabupaten Lumajang, luluh lantak setelah diterjang banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025).

Material vulkanik yang bercampur air hujan menghantam permukiman secara tiba-tiba, menyisakan pemandangan kehancuran yang memilukan bagi warga.

Bangunan rumah di wilayah tersebut rusak parah. Atap-atap banyak yang ambruk, tembok roboh, dan sejumlah rumah hanya tinggal pondasinya saja.

Beberapa rumah bahkan hanya menyisakan bagian depan, sementara bangunan belakang hilang tersapu derasnya aliran lahar.

Di antara puing reruntuhan, perabotan milik warga seperti lemari, kompor, piala, dan foto keluarga tampak berserak. Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri kokoh tak lagi dapat dikenali bentuknya, berubah menjadi lapisan puing bercampur lumpur vulkanik.

Misno, salah satu warga Sumbersari, mengungkapkan bahwa kerusakan besar di wilayahnya bukan disebabkan awan panas guguran Semeru.

“Ini bukan yang awan panas, lewatnya enggak di sini. Ini banjir laharnya,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).

Rumah Misno pun mengalami kerusakan berat. Bagian terasnya ambruk dan hanya dapur yang tersisa berdiri. Meski seluruh bangunan hampir rata dengan tanah, ia bersyukur keluarganya berhasil mengevakuasi diri sebelum bencana menghantam.

“Habis semua, rumah rusak. Alhamdulillah semua selamat,” tuturnya.

Sejumlah warga tampak sibuk mengais puing untuk mencari barang berharga yang mungkin masih bisa diselamatkan. Ada yang mengusap air mata sambil mengenang detik-detik genting ketika lahar menghantam permukiman.

Kepanikan dan ketakutan masih terasa dalam cerita yang mereka bagikan kepada sesama warga.

Sementara itu, Muzamil, warga lainnya, terlihat membawa beberapa helai pakaian yang berhasil ia temukan.

“Mau dibawa mengungsi, di sini rumahnya sudah habis,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare

31 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara

30 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Ranu Kumbolo Jadi Titik Pemadaman, Helikopter dan Tim Gabungan Dikerahkan

28 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Api Belum Padam, Titik Baru Muncul: Medan Ekstrem Hambat Tim Gabungan TNBTS

28 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Sebelum Rekrutmen CASN 2027, DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Nasib 172 Ribu Guru Non-ASN

28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Tiga Titik Karhutla di TNBTS, Satu Dikendalikan Dua Masih Membara

27 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Trending di Nasional