Fenomena Letusan Sekunder Semeru dan Dampaknya pada Infrastruktur - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 22 Nov 2025 15:55 WIB ·

Fenomena Letusan Sekunder Semeru dan Dampaknya pada Infrastruktur


 Fenomena Letusan Sekunder Semeru dan Dampaknya pada Infrastruktur Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik melalui fenomena letusan sekunder, yang berdampak langsung pada infrastruktur dan lalu lintas di Kabupaten Lumajang.

Salah satu lokasi terdampak adalah Jembatan Gladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Letusan sekunder terjadi ketika air hujan berinteraksi dengan material vulkanik yang masih panas, seperti endapan lava atau lahar dari letusan sebelumnya.

Proses ini menghasilkan asap putih dan hujan abu yang turun dengan intensitas bervariasi, kadang cukup deras hingga menutupi jarak pandang pengguna jalan.

Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat adanya banjir lahar hujan sejak pukul 10.30 WIB, dengan getaran terekam seismograf mencapai amplitudo maksimal 35 milimeter.

Hujan abu dari letusan sekunder memiliki efek langsung terhadap infrastruktur, terutama jembatan dan jalan. Di Jembatan Gladak Perak, abu bercampur air hujan membuat permukaan jalan licin dan berbahaya bagi pengendara, terutama kendaraan roda dua.

Selain itu, material vulkanik yang menumpuk dapat menutupi marka jalan dan mengurangi visibilitas, meningkatkan risiko kecelakaan.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerapkan sistem buka-tutup jalur saat letusan sekunder terjadi.

“Kalau ada letusan sekunder jembatan kita tutup sementara, setelah letusan sekundernya hilang lalu lintas akan kita buka lagi,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Selain itu, polisi dan BPBD Lumajang secara rutin membersihkan abu dengan menyemprot air agar jalan tetap aman dilalui.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional