Fenomena Letusan Sekunder Semeru dan Dampaknya pada Infrastruktur - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 22 Nov 2025 15:55 WIB ·

Fenomena Letusan Sekunder Semeru dan Dampaknya pada Infrastruktur


 Fenomena Letusan Sekunder Semeru dan Dampaknya pada Infrastruktur Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik melalui fenomena letusan sekunder, yang berdampak langsung pada infrastruktur dan lalu lintas di Kabupaten Lumajang.

Salah satu lokasi terdampak adalah Jembatan Gladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Letusan sekunder terjadi ketika air hujan berinteraksi dengan material vulkanik yang masih panas, seperti endapan lava atau lahar dari letusan sebelumnya.

Proses ini menghasilkan asap putih dan hujan abu yang turun dengan intensitas bervariasi, kadang cukup deras hingga menutupi jarak pandang pengguna jalan.

Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat adanya banjir lahar hujan sejak pukul 10.30 WIB, dengan getaran terekam seismograf mencapai amplitudo maksimal 35 milimeter.

Hujan abu dari letusan sekunder memiliki efek langsung terhadap infrastruktur, terutama jembatan dan jalan. Di Jembatan Gladak Perak, abu bercampur air hujan membuat permukaan jalan licin dan berbahaya bagi pengendara, terutama kendaraan roda dua.

Selain itu, material vulkanik yang menumpuk dapat menutupi marka jalan dan mengurangi visibilitas, meningkatkan risiko kecelakaan.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerapkan sistem buka-tutup jalur saat letusan sekunder terjadi.

“Kalau ada letusan sekunder jembatan kita tutup sementara, setelah letusan sekundernya hilang lalu lintas akan kita buka lagi,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Selain itu, polisi dan BPBD Lumajang secara rutin membersihkan abu dengan menyemprot air agar jalan tetap aman dilalui.

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional