Hujan Abu Gunung Semeru Memikat Warga Candipuro, Spot, Jembatan Jadi Penuh Pengunjung - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 26 Nov 2025 13:26 WIB ·

Hujan Abu Gunung Semeru Memikat Warga Candipuro, Spot, Jembatan Jadi Penuh Pengunjung


 Hujan Abu Gunung Semeru Memikat Warga Candipuro, Spot, Jembatan Jadi Penuh Pengunjung Perbesar

Lumajang, – Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru yang melanda kawasan Gladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menarik perhatian warga setempat.

Fenomena ini membuat jembatan di lokasi tersebut dipenuhi pengunjung yang penasaran ingin menyaksikan kondisi pascaerupsi.

Pantauan di lapangan, hampir setiap titik jembatan dipenuhi warga yang datang untuk melihat sisa material letusan dan kepulan asap dari aliran sungai Curah Kobokan yang masih aktif.

Banyak dari mereka memanfaatkan momen ini untuk swafoto atau menyiarkan langsung ke media sosial.

Nur Aini, warga Candipuro, mengaku datang bersama suami untuk memastikan kondisi pascaerupsi. “Memang niat datang ke Gladak Perak, kalau siang atau sore hari malah khawatir karena sering hujan dan berpotensi terjadi letusan sekunder,” katanya, Rabu (26/11/2025).

Alamsyah, seorang pengendara motor, juga turun untuk melihat langsung aliran lahar yang tersisa. Meskipun abu vulkanik mengganggu penglihatan dan pernapasan, rasa penasaran warga membuat mereka tetap berada di lokasi.

“Ya karena penasaran saja, makanya aku sempatkan selgi disini,” katanya.

Untuk diketahui, aktivitas erupsi Gunung Semeru yang masih berlangsung menyebabkan abu vulkanik kembali terbawa angin dan hujan ke sejumlah wilayah di sekitarnya. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi warga, terutama yang berada di zona terdampak langsung.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah menjelaskan, partikel abu vulkanik dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan masalah serius bila tidak dicegah.

“Penggunaan masker secara rutin saat berada di zona terdampak dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat partikel abu vulkanik dan mencegah ISPA,” katanya.

Menurutnya, abu yang terbawa angin berpotensi memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan kronis.

Angin kencang dan hujan turut memperluas area paparan, membuat warga yang berada di luar zona inti tetap berisiko.
Selain penggunaan masker, ia meminta warga untuk menjaga jarak dari jalur awan panas, serta menghindari aktivitas di daerah aliran sungai yang dapat menjadi jalur luncuran material vulkanik.

“Serta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk, sesak napas, atau gejala ISPA lainnya,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional