Lumajang, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang meningkatkan kesiapsiagaan menyusul meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Hingga Kamis, 6 Agustus 2026, kebakaran yang telah berlangsung selama empat hari itu tercatat membakar sekitar 51 hektare lahan yang tersebar di Kabupaten Probolinggo, Malang, dan Lumajang.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan pihaknya bersama Balai Besar TNBTS, Polsek Senduro, Koramil Senduro, dan jajaran Polres Lumajang terus memantau perkembangan kebakaran guna mengantisipasi api merambat ke wilayah Lumajang.
“Kami melakukan monitoring dan menyiapkan langkah-langkah apabila api merambat ke wilayah Lumajang. Sampai kemarin, 5 Agustus 2026, situasi masih terkendali,” kata Isnugroho, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.
Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, petugas mendeteksi titik api di lereng Jantur yang bergerak menuju Argosari atau kawasan B29. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Lumajang langsung menerjunkan satu regu personel ke lokasi.
“Kami mengirim satu regu untuk melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk masyarakat setempat, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi berkembang,” ujarnya.
Selain pengawasan dari darat, BPBD juga menerima informasi bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengirim dua helikopter water bombing untuk membantu proses pemadaman di kawasan TNBTS.
Berdasarkan data sementara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), luas area yang terbakar mencapai sekitar 51 hektare.
Kebakaran di kawasan konservasi tersebut tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam habitat berbagai satwa endemik di kawasan Bromo Tengger Semeru.
Tinggalkan Balasan