1.271 KK Terdampak, BPBD Jember Catat Banjir Meluas di 20 Lokasi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 16 Des 2025 12:32 WIB ·

1.271 KK Terdampak, BPBD Jember Catat Banjir Meluas di 20 Lokasi


 1.271 KK Terdampak, BPBD Jember Catat Banjir Meluas di 20 Lokasi Perbesar

Jember, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat sebanyak 1.271 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan sejumlah sungai, terutama Sungai Bedadung, menyusul hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi dalam waktu lama pada Senin (15/12/2025) malam.

Kepala BPBD Jember, Indra Tri Purnomo, mengatakan banjir melanda 20 lokasi yang tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Kalisat, dan Rambipuji.

Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 2 meter, sehingga sebagian warga terpaksa dievakuasi.

“Banjir terjadi akibat hujan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang dalam durasi cukup lama, yang menyebabkan sejumlah sungai meluap,” kata Indra, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, sungai yang meluap antara lain Sungai Bedadung, Kalijompo, Rembangan, Mayang, Gila, dan Sungai Dinoyo, yang merendam ribuan rumah warga di berbagai wilayah.

Di Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, banjir setinggi 80-120 sentimeter merendam sedikitnya 26 rumah, termasuk rumah milik mantan Bupati Jember, Hendy Siswanto.

Sementara di wilayah Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, ratusan rumah terdampak banjir. Bahkan, satu dapur warga dilaporkan ambruk dan beberapa rumah mengalami kerusakan akibat derasnya arus sungai.

Banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur, salah satunya jembatan di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, yang tergerus sepanjang tiga meter hingga putus. Akibatnya, jembatan sepanjang 20 meter tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

“Kondisi terparah terjadi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, dengan jumlah warga terdampak mencapai 429 KK. Hingga Selasa dini hari, petugas BPBD bersama relawan masih melakukan penanganan di lokasi,” ujarnya.

Selain itu, banjir memaksa warga mengungsi, seperti di Perumahan Villa Indah, Kelurahan Tegal Besar, dengan ketinggian air lebih dari 1,2 meter yang berdampak pada 40 KK atau sekitar 200 jiwa. BPBD telah mendirikan tiga tenda keluarga sebagai tempat pengungsian sementara.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan PMI Malaysia Telah Didampingi Pulang, Aa. Salim Tekankan Pentingnya Jalur Resmi

31 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Wakil Bupati Lumajang Sebut Karnaval Jadi Ajang Bangkitkan Budaya Lokal

30 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Desil Menentukan Nasib Bansos, Pemkab Lumajang Akui Tak Bisa Deteksi Perubahannya

27 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Data Desil 1-5 Dipersoalkan, DPRD Lumajang Dorong Verifikasi Langsung ke Lapangan

26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Trending di Daerah