Dari Vespa hingga RX King, Komunitas di Lumajang Jadi Ujung Tombak Perubahan dan Promosi Daerah - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 28 Des 2025 16:50 WIB ·

Dari Vespa hingga RX King, Komunitas di Lumajang Jadi Ujung Tombak Perubahan dan Promosi Daerah


 Dari Vespa hingga RX King, Komunitas di Lumajang Jadi Ujung Tombak Perubahan dan Promosi Daerah Perbesar

Lumajang, – Dari komunitas Vespa hingga RX King, serta berbagai komunitas kepemudaan lain, Lumajang kini memiliki ujung tombak perubahan sosial sekaligus promosi daerah yang efektif.

Ketua Kadin Lumajang, Agus Setiawan, menegaskan kemajuan pemerintah daerah tidak akan tercapai jika berjalan sendiri tanpa dukungan komunitas.

“Kalau pemerintah mengaku bisa berjalan sendiri itu bullshit. Pemerintah memang butuh bantuan dari masyarakat, pemuda, dan komunitas. Mereka adalah agen perubahan,” katanya, Minggu (28/12/2025).

Menurut Agus, komunitas tidak hanya berperan sebagai wadah hobi atau kumpul-kumpul, tetapi juga sebagai public relation gratis bagi pemerintah.

Sebab, kegiatan yang dilakukan komunitas sering kali menarik perhatian luas, memperkenalkan Lumajang ke berbagai kota lain seperti Jember, Malang, hingga seluruh Jawa Timur.

“Melalui komunitas, mereka memperkenalkan Kabupaten Lumajang. Ini promosi gratis, Pak Kapit tidak perlu bayar. Mereka sukarela mengunggah video dan kegiatan Lumajang,” jelasnya.

Contohnya, kata dia, saat acara RX King, ribuan anggota komunitas dari seluruh Indonesia hadir ke Lumajang, tanpa biaya besar dari pemerintah, namun memberikan manfaat luar biasa bagi promosi daerah.

Agus menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk komunitas. Ia mendorong agar fasilitas publik, seperti stadion dan gedung, bisa dimanfaatkan sebagai tempat berkegiatan komunitas.

Salah satunya adalah rencana menjadikan Gedung Sujono sebagai pusat kegiatan pemuda dan komunitas, atau community center.

“Komunitas tidak bisa maju sendiri kalau pemerintahnya tidak mendukung. Kolaborasi adalah hal utama. Kalau kabupaten ingin dikenal luas, pemerintah harus membina komunitas,” tegas Agus.

Agus menyampaikan, komunitas merupakan agen perubahan, wadah kreativitas, sekaligus media promosi yang efektif. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan komunitas, Lumajang bisa berkembang lebih cepat, dikenal lebih luas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tidak ada namanya pemerintah maju sendiri. Tidak ada namanya komunitas maju sendiri. Semua butuh kolaborasi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah