Dalam 6 Jam, Gunung Semeru Alami 32 Letusan Meski Tak Terpantau Visual - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 5 Jan 2026 15:01 WIB ·

Dalam 6 Jam, Gunung Semeru Alami 32 Letusan Meski Tak Terpantau Visual


 Dalam 6 Jam, Gunung Semeru Alami 32 Letusan Meski Tak Terpantau Visual Perbesar

Lumajang, – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terpantau tinggi. Dalam periode pengamatan selama enam jam, Senin (5/1/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 32 kali gempa letusan, meski secara visual aktivitas erupsi tidak teramati karena puncak gunung tertutup kabut.

Berdasarkan laporan MAGMA-VAR Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, kondisi cuaca di kawasan puncak didominasi awan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur laut dengan suhu udara berkisar 21–22 derajat Celsius.

Secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut dengan intensitas 0–II, sehingga asap kawah maupun kolom letusan tidak dapat diamati. Meski demikian, aktivitas kegempaan menunjukkan dinamika yang masih signifikan.

Selain gempa letusan, petugas juga mencatat dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 29–45 detik. Terdapat pula satu gempa hembusan dengan amplitudo 8 milimeter dan durasi 116 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10–30 milimeter.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

BPBD Lumajang Optimalkan Dua Pos Aju untuk Perkuat Peringatan Dini Gunung Semeru

3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

MBG Lumajang Tersendat, 16 Sekolah dan Posyandu Gagal Terima Distribusi

30 Juli 2026 - 20:07 WIB

Keluhan MBG Ramai di Media Sosial, BGN Sebut Dana Belum Cair

30 Juli 2026 - 12:20 WIB

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali

10 Juli 2026 - 14:31 WIB

Trending di Nasional