AHY: Presiden Instruksikan Pengawalan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 14 Agu 2025 16:34 WIB ·

AHY: Presiden Instruksikan Pengawalan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya


 AHY: Presiden Instruksikan Pengawalan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Perbesar

Surabaya, – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah memberikan instruksi langsung untuk mengawal kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat melakukan kunjungan kerja di Surabaya, Kamis (14/8/25).

Menurutnya, keberlanjutan proyek kereta cepat tidak berhenti di rute Jakarta–Bandung saja, melainkan ditargetkan menjangkau hingga Surabaya sebagai bagian dari penguatan konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa.

Baca juga: Kejagung Libatkan Kejari Surabaya dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbud

“Ada tugas khusus dari Bapak Presiden kepada kami, Kemenko Infrastruktur, untuk mengawal keberlanjutan kereta cepat. Jadi bukan hanya Jakarta–Bandung, tetapi diharapkan bisa sampai dengan Surabaya,” ujar AHY, dikutip dari Antara.

Ia menilai, kehadiran Kereta Cepat Jakarta–Surabaya akan menjadi terobosan besar dalam mobilitas masyarakat, barang, dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lintas daerah.

Sistem transportasi berkecepatan tinggi ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan dan mendorong efisiensi logistik.

Baca juga: Kelangkaan BBM di Jember Tak Berdampak Signifikan pada Harga Bahan Pokok, Namun Waspadai Potensi Gangguan Distribusi

Pemerintah, lanjut AHY, juga tengah menyiapkan skema Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun-stasiun kereta cepat sebagai strategi pembangunan kawasan pemukiman baru sekaligus pusat-pusat ekonomi di luar wilayah Jabodetabek.

“Intinya, bagaimana proyek ini bisa mempercepat mobilitas masyarakat kita di Pulau Jawa,” tegasnya.

Meski demikian, AHY mengakui bahwa proyek ini masih berada dalam tahap studi mendalam, terutama untuk memastikan kesiapan dari sisi teknis, pembiayaan, hingga pembebasan lahan.

Pemerintah juga tengah mengkaji berbagai aspek dari proyek kereta cepat Jakarta–Bandung untuk dijadikan pelajaran dan acuan dalam pengembangan selanjutnya.

“Kita ingin pastikan segala sesuatunya matang dan visible. Termasuk belajar dari best practice maupun tantangan yang pernah dihadapi sebelumnya,” jelas AHY.

Pemerintah, kata AHY, juga membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, yang memiliki kapasitas dalam mendukung pengembangan proyek strategis ini.

Meski menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal koordinasi lintas kementerian dan sinergi dengan pemerintah daerah, AHY optimistis proyek ini dapat diwujudkan secara bertahap dengan dukungan dan keseriusan lintas sektor.

“Proyek ini memang butuh waktu, tidak hanya antar kementerian dan lembaga, tetapi juga antara pemerintah pusat dan daerah. Tapi kami akan kawal dengan serius, sesuai instruksi Presiden,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pagi Ini Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu 1,1 Km Mengarah ke Selatan

6 April 2026 - 07:58 WIB

Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara

5 April 2026 - 10:37 WIB

Hadapi Lonjakan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Siapkan 32 Ribu Kursi

4 April 2026 - 10:57 WIB

Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang

3 April 2026 - 18:14 WIB

Masalah Teknis hingga Pendanaan Hambat Sebagian SPPG di Lumajang

31 Maret 2026 - 16:55 WIB

Evaluasi Ramadan Picu Perbaikan SPPG, 7 Unit Masih Berbenah

31 Maret 2026 - 16:46 WIB

Trending di Nasional