Kejagung Libatkan Kejari Surabaya dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbud - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kriminal · 13 Agu 2025 15:21 WIB ·

Kejagung Libatkan Kejari Surabaya dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbud


 Kejagung Libatkan Kejari Surabaya dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbud Perbesar

Surabaya, – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami dugaan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang terjadi dalam periode 2019–2022.

Dalam proses penyidikan ini, Kejari Surabaya turut dilibatkan, sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan kasus yang berskala nasional.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menyebutkan bahwa pelibatan kejaksaan negeri di berbagai daerah, termasuk Surabaya, dilakukan karena keterbatasan jumlah penyidik di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

Dengan melibatkan daerah, penyidikan terhadap pengadaan yang terjadi hampir di seluruh Indonesia bisa berjalan lebih efektif.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap di Surabaya, Gasak Motor di 20 Lokasi

“Kami perlu bantuan dari kejaksaan daerah karena cakupan kasus ini sangat luas,” kata Anang dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025).

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Aji Prasetya, membenarkan keterlibatan pihaknya. Ia menjelaskan bahwa Kejari Surabaya hanya diminta untuk melakukan pengecekan Berita Acara Serah Terima (BAST) laptop di sejumlah sekolah, dan tidak memeriksa seluruh sekolah penerima.

“Benar, tetapi kami tidak mengecek semua sekolah, hanya sampling saja. Pemanggilan baru dilakukan hari ini,” kata Aji saat dikonfirmasi, Rabu (13/8/25).

Baca juga: Dua Tahun Berturut-turut Gagal Capai Target, Pendapatan Surabaya Perlu Dievaluasi Total

Meski demikian, Aji belum merinci lebih lanjut mengenai jumlah sekolah yang menjadi sampel ataupun hasil dari pengecekan awal.

Ia menyatakan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kejaksaan Agung untuk melanjutkan proses pemeriksaan di lapangan.

Kasi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, menambahkan bahwa pada hari yang sama, pihaknya telah memanggil tiga orang saksi, yang terdiri dari pejabat bidang pendidikan.

“Sudah ada tiga kabid yang kami panggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka dari bidang SD dan SMP,” jelas Putu.

Hingga kini, Kejagung belum menetapkan mantan Menteri Nadiem Makarim sebagai tersangka meski telah menjalani dua kali pemeriksaan.

Fokus penyidikan masih seputar pengadaan Chromebook pada tahun anggaran 2019 hingga 2022 yang diduga bermasalah dari sisi pengadaan, distribusi, hingga serah terima barang.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dapur MBG Diklaim Dijual Rp350 Juta, Pemilik Bantah Pernah Beri Mandat

22 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Canda Ayu: BAP Saksi Kasus Dugaan Penipuan MBG Sudah Berjalan

22 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Makelar Motor Diduga Tipu 20 Orang di Lumajang, Ditangkap Saat Mau Kabur

20 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Kerugian Rp350 Juta, Kasus Dugaan Penipuan MBG Lumajang Masuk Tahap BAP

19 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Isu Hakim PN Lumajang Diduga Konsumsi Narkoba Mencuat, Ketua PN Gelar Rapat Internal

18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Dugaan Penipuan Motor Modus Sales Dealer, Polisi Lumajang Lacak Pelaku hingga Surabaya

18 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Trending di Kriminal