Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Kini Mulai Pulih Setelah Luka Bakar Serius - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Kesehatan dan Olah Raga · 27 Nov 2025 11:01 WIB ·

Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Kini Mulai Pulih Setelah Luka Bakar Serius


 Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Kini Mulai Pulih Setelah Luka Bakar Serius Perbesar

Lumajang, – Setelah melewati masa-masa sulit dengan luka bakar serius dan gangguan pernapasan, keduanya perlahan bangkit dan terus membaik berkat penanganan intensif tim medis.

Dalam insiden APG Semeru beberapa waktu lalu, kedua warga tersebut mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh akibat paparan panas ekstrem dan material vulkanik.

Kondisi awal mereka cukup mengkhawatirkan, kulit melepuh, jaringan lunak mengalami kerusakan, dan sebagian luka masih dalam tahap basah yang rentan infeksi.

Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang segera merujuk keduanya ke fasilitas medis untuk menjalani perawatan intensif. Luka bakar mereka dibersihkan dan ditangani dua kali sehari di ruang operasi untuk memastikan jaringan tetap steril dan mencegah komplikasi.

“Respons penyembuhannya baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Lumajang, dr. Rosidyah, Kamis (27/11/2025).

Salah satu korban, seorang perempuan, sempat mengalami kondisi yang lebih berat. Ia menghirup udara panas bercampur debu pekat dari APG, yang menyebabkan iritasi pada mukosa saluran pernapasannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan napas serius apabila tidak segera ditangani. Setelah melewati fase rawan, kini iritasi tersebut menunjukkan tren perbaikan signifikan.

“Alhamdulillah, kondisi saluran napasnya membaik. Sudah tertangani dan terus menunjukkan perkembangan positif,” katanya.

Setelah menjalani masa perawatan intensif, kedua korban dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. Meski luka bakar mereka masih membutuhkan perhatian khusus, termasuk perawatan rutin hingga jaringan mengering optimal, perkembangan keduanya memberi harapan besar bagi keluarga dan tenaga medis yang merawat.

“Yang terpenting, kedua korban memberikan respons positif terhadap seluruh penanganan yang diberikan. Pemantauan dilakukan secara ketat hingga proses penyembuhan benar-benar optimal,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMI Lumajang Terapkan Sistem Siaga Darurat Titik Rawan Saat Arus Mudik Idulfitri 2026

19 Maret 2026 - 16:48 WIB

Demam dan Ruam Merah Belum Tentu Campak, Bisa Juga Penyakit Lain

16 Maret 2026 - 15:56 WIB

Kenali Fase Prodromal Campak, Gejala Awal yang Sering Tidak Disadari

16 Maret 2026 - 15:50 WIB

Waspada Penularan Penyakit, Cium Bayi Bisa Jadi Sarana Perpindahan Virus

16 Maret 2026 - 15:45 WIB

45 Kasus Suspek Campak Ditemukan di Lumajang, Hasil Laboratorium Masih Ditunggu

16 Maret 2026 - 15:37 WIB

Menuju Porprov Jatim 2027, KONI dan IMI Lumajang Genjot Latihan Atlet Road Race

9 Maret 2026 - 09:58 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga