Antisipasi Masalah Gizi dan Keamanan, Pemkab Jember Bentuk Satgas Makan Bergizi Gratis - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 1 Okt 2025 06:44 WIB ·

Antisipasi Masalah Gizi dan Keamanan, Pemkab Jember Bentuk Satgas Makan Bergizi Gratis


 Antisipasi Masalah Gizi dan Keamanan, Pemkab Jember Bentuk Satgas Makan Bergizi Gratis Perbesar

Jember, – Pemerintah Kabupaten Jember resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengawal kelancaran dan keamanan program pemenuhan gizi bagi anak-anak.

Satgas ini dibentuk untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan keberadaan Satgas MBG sangat penting untuk menghindari potensi masalah, seperti ketidaksesuaian gizi atau risiko keracunan makanan.

Baca juga: Santri Keracunan HCL, Bupati Lumajang Minta Ponpes Lakukan Pembinaan Lebih Ketat

“Ini bagian dari tugas kami agar asupan makanan anak-anak sesuai dengan SOP. Termasuk nanti ada Satgas MBG dari Dinas Kesehatan,” ujar Fawait usai meresmikan dapur MBG di Kecamatan Tempurejo, Rabu (1/10/2025).

Satgas ini juga akan berperan sebagai pengawas distribusi makanan dan penjaga mutu bahan pangan yang digunakan dalam program MBG. Dengan keterlibatan Dinas Kesehatan, pengawasan akan difokuskan pada kandungan gizi, kebersihan, dan kelayakan makanan yang disajikan.

Baca juga: Tangan Terjepit Reruntuhan, Santri di Sidoarjo Diamputasi di Lokasi Musala Ambruk

Lebih lanjut, Fawait menyampaikan pembentukan Satgas ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, sesuai dengan instruksi Presiden untuk menjamin terpenuhinya gizi anak-anak di seluruh Indonesia.

“Program MBG pasti ada kekurangan, dan itu harus disempurnakan. Satgas ini hadir untuk mengantisipasi segala kemungkinan di lapangan,” tambahnya.

Saat ini, Pemkab Jember tengah membangun 220 dapur MBG (SPPG) sebagai infrastruktur pendukung program. Namun, baru sebagian kecil yang sudah beroperasi, khususnya di wilayah selatan Jember. Diharapkan seluruh dapur bisa berfungsi optimal pada akhir tahun 2025.

Ia optimistis selain memenuhi kebutuhan gizi anak, program MBG akan memberikan efek domino positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau dapur umum MBG ini berjalan maksimal, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat, membuka lapangan kerja baru, dan membantu menurunkan angka pengangguran hingga kemiskinan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah