Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 5 Apr 2026 10:37 WIB ·

Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara


 Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara Perbesar

Lumajang, – Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada Minggu (5/4/2026) dini hari.

Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami serangkaian letusan dan satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer ke arah tenggara.

Berdasarkan laporan resmi dari PVMBG, secara visual kondisi gunung terpantau cukup jelas dengan tingkat kabut rendah. Meski demikian, aktivitas vulkanik tetap tinggi dan perlu diwaspadai.

Petugas mencatat setidaknya 17 kali letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 72 hingga 191 detik. Selain itu, terjadi satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 22 mm dan durasi 203 detik yang meluncur ke arah tenggara sejauh 3.500 meter.

Tak hanya itu, aktivitas lain juga terdeteksi berupa satu kali guguran serta dua kali hembusan dengan durasi bervariasi. Sementara itu, secara visual juga teramati enam kali letusan asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian mencapai 500–1.000 meter ke arah barat dan barat daya.

Menariknya, aktivitas vulkanik yang cukup intens ini terjadi saat kondisi cuaca di sekitar gunung relatif cerah hingga berawan. Suhu udara tercatat sekitar 20 derajat Celsius, dengan angin bertiup lemah ke arah tenggara.

Kondisi visual yang jelas ini memungkinkan pengamatan aktivitas gunung dilakukan secara optimal, termasuk pemantauan arah luncuran awan panas yang berpotensi membahayakan wilayah tertentu.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dan berpotensi menimbulkan erupsi yang lebih besar.

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan rawan bencana. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran material pijar. Potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah awan panas, guguran lava, serta lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai berhulu di puncak Semeru.

Beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran utama.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional