BPRD Lumajang: Semua Kartu Subsidi Kini Bisa Dilacak Digital, Tapi Belum Semua Penambang Mau Pakai Aplikasi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 20 Jul 2025 16:30 WIB ·

BPRD Lumajang: Semua Kartu Subsidi Kini Bisa Dilacak Digital, Tapi Belum Semua Penambang Mau Pakai Aplikasi


 BPRD Lumajang: Semua Kartu Subsidi Kini Bisa Dilacak Digital, Tapi Belum Semua Penambang Mau Pakai Aplikasi Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Badan Pengelolaan Retribusi Daerah (BPRD) telah meluncurkan sistem pemantauan digital untuk mendukung transparansi distribusi barcode subsidi bagi penambang pasir.

Namun, meski sistem telah tersedia dan bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi di ponsel, tidak semua penambang pasir memanfaatkannya.

Aplikasi tersebut memungkinkan penambang legal untuk memantau seluruh aktivitas kartu subsidi milik mereka secara real-time.

Baca juga: Pemberhentian Truk Pasir di Candipuro, Aksi Spontan hingga Mediasi di Tengah Ketidakjelasan Regulasi

Di dalamnya, penambang dapat melihat, jumlah kartu aktif, kartu yang belum digunakan, kartu yang sudah disetor ke BPRD, kartu yang sedang dibawa sopir untuk operasional.

“Fungsinya sangat lengkap. Kalau misalnya top-up 100 kartu, penambang bisa tahu sisa kartu di tangan tinggal berapa, yang sudah disetor berapa, yang dibawa sopir berapa. Semua ada di aplikasi,” jelas Plt. Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional BPRD Lumajang, Dwi Adi Harnowo, Minggu (20/7/25).

Meski aplikasi ini dirancang untuk memudahkan dan mengamankan distribusi barcode subsidi, realitas di lapangan menunjukkan belum semua penambang bersedia menggunakannya.

Baca juga: Rentan Kecelakaan, Pekerja Tambang Pasir Lumajang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

“Saya akui, tidak semua penambang mau memakai aplikasi itu. Alasannya saya kurang tahu,” ujar Dwi.

Tak hanya memantau penggunaan, aplikasi ini juga terintegrasi dengan sistem verifikasi barcode. Melalui aplikasi di pos checkpoint, petugas bisa memindai barcode setiap kartu untuk memastikan keasliannya dan mengecek sisa saldo.

“Kalau barcode-nya palsu atau saldonya kosong, langsung kelihatan di aplikasi. Sistem ini membantu kami menghindari penyelewengan,” lanjut Dwi.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

Trending di Daerah