Bunda Indah: Anak-anak Harus Dilibatkan dalam Penyempurnaan Program - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 17 Sep 2025 13:16 WIB ·

Bunda Indah: Anak-anak Harus Dilibatkan dalam Penyempurnaan Program


 Bunda Indah: Anak-anak Harus Dilibatkan dalam Penyempurnaan Program Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau sapaan akrabnya Bunda Indah, menegaskan pentingnya melibatkan anak-anak secara aktif dalam proses evaluasi dan pengembangan program pemerintah, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG).

Menurutnya, anak-anak tidak seharusnya hanya dianggap sebagai objek penerima manfaat, melainkan subjek yang pendapatnya layak didengar dan dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bunda Indah dalam wawancara khusus bersama Tim Redaksi Indonesia.go.id dan InfoPublik.id Kementerian Komunikasi dan Digital, Rabu (17/9/25), di Pendopo Arya Wiraraja, Lumajang.

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Spesialis Pencuri Sekolah di Lumajang Dilumpuhkan Polisi

“Dengan mendengar masukan mereka, anak-anak bukan sekadar objek, tapi subjek yang berkontribusi dalam penyempurnaan program,” kata Bunda Indah.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk pelibatan anak dalam Program MBG adalah melalui sistem umpan balik (feedback) antara sekolah dengan dapur sehat.

Pendekatan ini memungkinkan masukan langsung dari anak-anak terkait menu makanan yang mereka sukai atau tidak sukai, yang kemudian dijadikan dasar untuk perbaikan.

Baca juga: DLH Lumajang Targetkan Administrasi Rehabilitasi Alun-Alun Rampung Minggu Ini

Contohnya, dari hasil evaluasi, banyak anak yang menyukai ayam goreng. Maka, tim dapur MBG tidak hanya menyajikan ayam dalam bentuk biasa, tapi juga mengolahnya menjadi nugget, katsu, atau ayam goreng sehat yang tetap memenuhi standar gizi.

“Kami ingin anak-anak merasa didengar. Rasanya tetap enak, tapi tetap bergizi. Ini pendekatan yang humanis dan partisipatif,” tambahnya.

Menurutnya, kepuasan anak-anak dalam menikmati makanan bergizi bukan hal sepele, tetapi menjadi indikator keberhasilan program sekaligus investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan percaya diri.

“Anak yang sehat dan gembira di sekolah akan tumbuh dengan rasa percaya diri. Itu modal dasar bagi pembangunan SDM Lumajang ke depan,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pagi Ini Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu 1,1 Km Mengarah ke Selatan

6 April 2026 - 07:58 WIB

Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara

5 April 2026 - 10:37 WIB

Hadapi Lonjakan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Siapkan 32 Ribu Kursi

4 April 2026 - 10:57 WIB

Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang

3 April 2026 - 18:14 WIB

Masalah Teknis hingga Pendanaan Hambat Sebagian SPPG di Lumajang

31 Maret 2026 - 16:55 WIB

Evaluasi Ramadan Picu Perbaikan SPPG, 7 Unit Masih Berbenah

31 Maret 2026 - 16:46 WIB

Trending di Nasional