Bupati Lumajang: Kematian Tidak Bisa Dihubungkan Langsung dengan Sound Horeg Tanpa Bukti Medis - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 7 Agu 2025 12:01 WIB ·

Bupati Lumajang: Kematian Tidak Bisa Dihubungkan Langsung dengan Sound Horeg Tanpa Bukti Medis


 Bupati Lumajang: Kematian Tidak Bisa Dihubungkan Langsung dengan Sound Horeg Tanpa Bukti Medis Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menanggapi isu yang ramai diperbincangkan masyarakat terkait dugaan kematian seorang warga setelah menghadiri acara sound horeg.

Ia menegaskan hingga kini belum ada dasar ilmiah maupun medis yang dapat menghubungkan langsung kematian tersebut dengan aktivitas sound horeg.

“Kalau ditanya apakah meninggal itu karena sound horeg, saya tidak bisa jawab. Karena tidak bisa dibuktikan. Rumah sakit juga tidak bisa jawab, karena begitu datang sudah meninggal,” ujar Bupati Indah dalam keterangannya pada Kamis (7/8/25).

Baca juga: Langsung Cetak NIB di Kecamatan, Pemkab Lumajang Permudah UMKM Naik Kelas

Ia menambahkan, jika ada dugaan bahwa kematian itu berkaitan dengan paparan suara keras atau getaran dari sound system berdaya tinggi, maka harus melalui pembuktian ilmiah yang dilakukan oleh tenaga medis atau ahli forensik yang berkompeten.

“Kalau dikatakan itu penyebabnya sound horeg, harus dibuktikan secara ilmiah,” tegasnya.

Meskipun demikian, Pemkab Lumajang tetap merespons serius keresahan masyarakat.

Pemerintah daerah bersama Polres Lumajang tengah menyusun langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan acara sound horeg yang kerap digelar di berbagai wilayah desa.

Baca juga: Lumajang Tumbuhkan Kemandirian Pangan dari Halaman Sendiri

“Kami sudah sepakat dengan Pak Kapolres untuk evaluasi. Harus duduk bareng, agar kegiatan ini tetap bisa dilaksanakan tapi dengan batasan-batasan tertentu,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Evaluasi yang dilakukan akan mencakup sejumlah aspek teknis, mulai dari pengaturan volume suara, jumlah speaker, hingga tata letak lokasi pertunjukan agar tidak membahayakan masyarakat.

Dalam kasus yang terjadi baru-baru ini, Bupati Indah juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai takdir.

“Keluarga juga menolak untuk diautopsi karena mereka ikhlas sebagai sebuah takdir. Kakaknya dan ibunya juga ikut nonton bersama almarhum,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengamanan Mudik Lebaran di Lumajang, Patroli Rumah Kosong hingga Pos Pelayanan Terpadu

13 Maret 2026 - 16:14 WIB

Kesiapan Pemda Lumajang Saat Lebaran, Bupati Indah Standby Pantau Arus Mudik dan Pelayanan

13 Maret 2026 - 09:39 WIB

Tanpa Libur, Petugas Pemkab Lumajang Siap Layani Masyarakat Saat Mudik

13 Maret 2026 - 09:17 WIB

Operasi Ketupat 2026 Berlangsung 13–29 Maret, Ratusan Personel Siaga di Lumajang

13 Maret 2026 - 08:55 WIB

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Belum Digarap, AHY: Tuntaskan Masalah KCJB Dulu

12 Maret 2026 - 18:37 WIB

Pantau Langsung Jalan Rusak, Indah Amperawati Kerahkan Tim Aspal Keliling

12 Maret 2026 - 16:54 WIB

Trending di Nasional