Lumajang, – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai dirasakan dampaknya hingga ke daerah. Sebanyak 9 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lumajang, dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, 8 orang di antaranya merupakan tenaga kesehatan dan 1 lainnya bekerja di sektor restoran. Mereka diberangkatkan melalui perusahaan resmi pada rentang 2024-2025.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subchan, mengatakan bahwa seluruh PMI tersebut tercatat berangkat secara prosedural. Namun, ia mengakui pihaknya tidak mengetahui jumlah warga Lumajang yang bekerja secara ilegal di Arab Saudi.
“Kalau yang tidak resmi atau ilegal kita tidak tahu jumlahnya berapa,” kata dia, Rabu (4/3/2026).
Hingga kini, Pemkab Lumajang belum memiliki rencana pemulangan karena keterbatasan anggaran. Menurut Subhan, apabila situasi memburuk, proses evakuasi akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
“Kalau ini daerah tidak punya kemampuan anggaran, yang jelas akan dipulangkan negara, seperti PMI ilegal lainnya,” ujarnya.
Subhan mengimbau para PMI untuk menjaga keselamatan dan segera menghubungi KBRI di Arab Saudi jika situasi mengkhawatirkan.
“Untuk PMI segera hubungi KBRI jika terjadi sesuatu yang sangat mengkhawatirkan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan