Dugaan Pengurangan Porsi MBG, PDIP Ingatkan: Jangan Rugikan Presiden - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 1 Mar 2026 15:23 WIB ·

Dugaan Pengurangan Porsi MBG, PDIP Ingatkan: Jangan Rugikan Presiden


 Dugaan Pengurangan Porsi MBG, PDIP Ingatkan: Jangan Rugikan Presiden Perbesar

Jember, – Dugaan potensi korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kabupaten Jember, memantik perhatian publik.

Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jember secara terbuka meminta evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana teknis di lapangan.

Sorotan itu bermula dari beredarnya unggahan di media sosial yang memperlihatkan menu MBG selama Ramadan hanya berupa makanan kering seperti roti, buah, telur, dan kacang.

Ketua DPC PDIP Jember, Widarto, menaksir harga satu porsi menu tersebut tidak sampai Rp8.000 hingga Rp10.000. Padahal, anggaran yang dialokasikan untuk setiap siswa dinilai lebih tinggi.

“Kalau dilihat dari kuantitas dan jenisnya, masyarakat bisa menilai sendiri. Jangan sampai ada pengurangan yang merugikan penerima manfaat,” kata Widarto, Minggu (1/3/2026).

Ia mendesak Satgas MBG Pemerintah Kabupaten Jember segera turun tangan melakukan pengecekan dan memberikan peringatan kepada SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar. Bahkan, jika ditemukan pelanggaran berulang, ia menyebut rekomendasi penutupan dapur sehat bisa menjadi opsi.

Pasalnya, kata dia, isu ini menjadi sensitif karena MBG merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang digadang-gadang sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan sumber daya manusia Indonesia.

Widarto menegaskan, kritik yang disampaikan bukan ditujukan untuk menyerang pemerintah pusat, melainkan menjaga agar program strategis tersebut tidak tercoreng oleh pelaksanaan di tingkat daerah.

“Kalau program ini semrawut, tentu yang dirugikan bukan hanya daerah, tapi juga pemerintah pusat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Ketika Nusantara Menjadi Puisi, Kandangtepus Menuliskannya Lewat Gerak Tari

10 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Karhutla Dilaporkan Meluas di Perbatasan Lumajang-Probolinggo, Perhutani Siagakan Petugas

9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Jika Ada Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Lumajang Tak Mau Langsung Menyebut Keracunan

8 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Trending di Nasional