Lumajang, – Sebanyak 14 check dam dilaporkan rusak akibat terjangan material vulkanik dari Gunung Semeru. Kerusakan tersebut berdampak pada sistem pengendalian lahar yang berfungsi menahan aliran material vulkanik agar tidak meluas ke permukiman dan area vital masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan pembangunan check dam secara bertahap mengingat jumlah infrastruktur yang terdampak cukup banyak dan tidak memungkinkan dikerjakan sekaligus.
“Ada dua dam yang kita kerjakan sekarang. Karena yang rusak sekitar 14, jadi tidak bisa sekaligus, kita lakukan bertahap. Dua yang sedang dikerjakan ini sudah cukup mampu menangani jika terjadi erupsi lagi,” ujar Dody saat meninjau lokasi pembangunan, Sabtu (21/2/2026).
Ia menambahkan, sebagian dam yang mengalami kerusakan cukup parah dinilai lebih efektif dibangun ulang dibandingkan direnovasi karena pertimbangan biaya dan ketahanan jangka panjang.
“Kita melihat sebagian yang rusak sudah lebih mahal merenovasinya dibanding membangun baru. Jadi strategi kami, yang paling efisien kita bangun baru, yang masih memungkinkan direnovasi kita perkuat,” jelasnya.
Menurut Dody, pembangunan dan perbaikan check dam ini menjadi bagian penting dari mitigasi bencana pasca erupsi Semeru, terutama untuk mengendalikan aliran material vulkanik agar tidak mengancam permukiman warga di hilir Lumajang.
“Ini bagian dari strategi kita supaya jika sewaktu-waktu Gunung Semeru kembali erupsi, masyarakat dan infrastruktur sudah lebih siap, aliran lahar bisa terkendali, dan dampaknya lebih minimal,” tambah Dody.
Tinggalkan Balasan