Dugaan Paparan Radioaktif Cs-137 di Kawasan Industri Cikande dan Surabaya Bikin Warga Waswas - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

International · 4 Okt 2025 17:58 WIB ·

Dugaan Paparan Radioaktif Cs-137 di Kawasan Industri Cikande dan Surabaya Bikin Warga Waswas


 Dugaan Paparan Radioaktif Cs-137 di Kawasan Industri Cikande dan Surabaya Bikin Warga Waswas Perbesar

Surabaya, – Warga di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, dan sejumlah wilayah di Surabaya dibuat waswas menyusul dugaan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) yang ditemukan di kedua kawasan tersebut.

Kasus ini mencuat setelah Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menolak kontainer udang beku asal Indonesia karena terdeteksi adanya radiasi.

Investigasi lanjutan yang dilakukan tim gabungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bareskrim Mabes Polri, dan lembaga terkait menemukan 10 titik cemaran Cs-137 dengan tingkat radiasi berbeda di Kawasan Industri Modern Cikande, terutama di area pengumpulan logam bekas.

Meski demikian, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menegaskan bahwa sumber pencemaran berasal dari “sumber pasif” atau barang yang terkontaminasi, bukan sumber radioaktif aktif.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik karena akses ke kawasan telah dibatasi ketat dan langkah pengamanan sudah diterapkan.

Baca juga: Pemkab Lumajang Dampingi Dewangga: Dari Biaya Medis hingga Kontrol ke RSUD Soetomo Surabaya

“Sumber radiasi bukan dari inti radioaktifnya, tapi dari barang yang terpapar. Dengan pembatasan akses, kondisi ini relatif mudah diatasi,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

Sementara itu, di Surabaya, dugaan paparan radioaktif muncul dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) terkait kontaminasi di pabrik pengolah cengkeh PT NJS.

Namun Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq memastikan tingkat radiasi di lokasi pabrik masih dalam batas normal, yakni 0,04-0,07 mikrosievert, yang merupakan radiasi alami.

Baca juga: Capaian Pajak Reklame Jember Tertinggal, DPRD Siapkan Langkah Penertiban dan Revisi Regulasi

Pemerintah telah menempatkan pos pengamanan di pintu masuk Kawasan Industri Modern Cikande dengan pengawasan ketat dari Brimob, Bapeten, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Setiap kendaraan dan barang yang keluar masuk diperiksa menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM), dan jika terdeteksi radiasi akan langsung dilakukan dekontaminasi,” katanya.

Kini, Indonesia dikejutkan dengan temuan kasus dugaan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) belakangan ini. Dugaan penemuan Cs-137 itu terjadi di dua kawasan berbeda, yakni Banten dan Surabaya.

Paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) ditemukan di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Penemuan itu diketahui usai produk udang beku Indonesia ditolak (Amerika Serikat) di sejumlah pelabuhan besar.

Pihak Food and Drug Administration (FDA) serta Bea Cukai AS mendeteksi kandungan radiasi pada kontainer udang pada Agustus 2025.

Investigasi lanjutan kemudian dilakukan tim gabungan di Kawasan Industri Modern Cikande. Hasilnya ditemukan material yang positif mengandung Cs-137 di tempat pengumpulan logam bekas.

Meski demikian, sumber utama pencemaran ini masih dalam pendalaman atau penelitian forensik oleh BRIN bersama Bareskrim Mabes Polri. Ia sendiri belum bisa membeberkan hasil analisa sementara dari lembaganya terkait pemicu pencemaran ini.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan: Jika Konflik Global Meluas, Dampaknya Bisa Sampai ke Usaha Kecil di Daerah

14 Maret 2026 - 18:43 WIB

Ketua Kadin Lumajang: Pengusaha Mulai Pusing Hadapi Dampak Perang Iran–Israel

14 Maret 2026 - 18:27 WIB

Agus Setiawan, Jangan Ikut-Ikutan Panic Buying Jika Energi Mulai Langka

13 Maret 2026 - 18:33 WIB

Ketua Pemuda Pancasila Lumajang Ingatkan Dampak Perang Iran–Israel pada Sektor Energi

13 Maret 2026 - 17:53 WIB

Deru Mesin dari Lumajang, Kisah Candra Hermawan Menaklukkan Sirkuit Asia

9 Maret 2026 - 08:26 WIB

Dampak Geopolitik Global, 9 PMI Asal Lumajang Tertahan di Arab Saudi

4 Maret 2026 - 10:31 WIB

Trending di International