Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI Adalah Provokasi Menjatuhkan Pemerintah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Nasional · 31 Jul 2025 20:10 WIB ·

Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI Adalah Provokasi Menjatuhkan Pemerintah


 Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI Adalah Provokasi Menjatuhkan Pemerintah Perbesar

Lensawarta.com, – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, mengecam aksi pengibaran bendera bajak laut dari anime One Piece yang viral di media sosial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

“Ini cara-cara provokatif yang ingin menjatuhkan pemerintahan, tidak boleh,” tegas Firman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/25).

Baca juga: Bendera One Piece dan Sosok Monkey D Luffy, Simbol Baru Generasi Muda?

Bendera yang dimaksud adalah Jolly Roger, simbol bajak laut topi jerami dari serial One Piece.

Pengibaran bendera tersebut dikabarkan terjadi menjelang peringatan 17 Agustus dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet menganggapnya sebagai ekspresi hiburan atau fandom, namun Firman melihatnya sebagai tindakan yang tidak bisa disepelekan.

Firman meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh aksi-aksi yang menurutnya bisa merusak semangat kebangsaan dan nasionalisme, terlebih menjelang momen sakral kemerdekaan RI.

Baca juga: Bukan Merah Putih, Bendera Bajak Laut One Piece Berkibar di Bulan Agustus

“Saya minta kepada masyarakat tidak boleh terpengaruh,” ujarnya.

Lebih jauh, Firman mendorong aparat untuk mengusut motif di balik aksi tersebut dan meminta agar pelaku diberikan pembinaan yang sesuai. Menurutnya, penting untuk mengetahui apakah ada aktor di balik aksi tersebut dan apa tujuan utamanya.

“Minimal mereka yang melakukan, dilakukan interogasi siapa yang menyuruh dan apa motivasinya, lalu dilakukan pembinaan,” kata anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR itu.

Firman juga mengaitkan insiden ini dengan pentingnya memperkuat pemahaman ideologi Pancasila. Ia menyebut bahwa DPR saat ini tengah merancang Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) guna memperkuat pengamalan Pancasila dengan pendekatan yang lebih adaptif bagi masyarakat.

“Kami sedang melakukan kajian penguatan terhadap pemahaman dan pengamalan ideologi dengan cara-cara yang lebih mudah diterima,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan

30 Desember 2025 - 16:42 WIB

Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember

30 Desember 2025 - 16:22 WIB

Rute Surabaya-Palangkaraya Jadi Upaya Citilink Permudah Mobilitas Wisata dan Bisnis

24 Desember 2025 - 18:28 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter, Status Masih Siaga

20 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bank Indonesia Prediksi Penjualan Eceran Surabaya Naik 19,7 Persen YoY di November 2025

20 Desember 2025 - 13:37 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter Mengarah ke Timur

20 Desember 2025 - 12:57 WIB

Trending di Nasional