Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI Adalah Provokasi Menjatuhkan Pemerintah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Nasional · 31 Jul 2025 20:10 WIB ·

Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI Adalah Provokasi Menjatuhkan Pemerintah


 Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI Adalah Provokasi Menjatuhkan Pemerintah Perbesar

Lensawarta.com, – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, mengecam aksi pengibaran bendera bajak laut dari anime One Piece yang viral di media sosial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

“Ini cara-cara provokatif yang ingin menjatuhkan pemerintahan, tidak boleh,” tegas Firman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/25).

Baca juga: Bendera One Piece dan Sosok Monkey D Luffy, Simbol Baru Generasi Muda?

Bendera yang dimaksud adalah Jolly Roger, simbol bajak laut topi jerami dari serial One Piece.

Pengibaran bendera tersebut dikabarkan terjadi menjelang peringatan 17 Agustus dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet menganggapnya sebagai ekspresi hiburan atau fandom, namun Firman melihatnya sebagai tindakan yang tidak bisa disepelekan.

Firman meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh aksi-aksi yang menurutnya bisa merusak semangat kebangsaan dan nasionalisme, terlebih menjelang momen sakral kemerdekaan RI.

Baca juga: Bukan Merah Putih, Bendera Bajak Laut One Piece Berkibar di Bulan Agustus

“Saya minta kepada masyarakat tidak boleh terpengaruh,” ujarnya.

Lebih jauh, Firman mendorong aparat untuk mengusut motif di balik aksi tersebut dan meminta agar pelaku diberikan pembinaan yang sesuai. Menurutnya, penting untuk mengetahui apakah ada aktor di balik aksi tersebut dan apa tujuan utamanya.

“Minimal mereka yang melakukan, dilakukan interogasi siapa yang menyuruh dan apa motivasinya, lalu dilakukan pembinaan,” kata anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR itu.

Firman juga mengaitkan insiden ini dengan pentingnya memperkuat pemahaman ideologi Pancasila. Ia menyebut bahwa DPR saat ini tengah merancang Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) guna memperkuat pengamalan Pancasila dengan pendekatan yang lebih adaptif bagi masyarakat.

“Kami sedang melakukan kajian penguatan terhadap pemahaman dan pengamalan ideologi dengan cara-cara yang lebih mudah diterima,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjaga Rasa, Merawat Warisan: Kisah Kopi Senduro dari Lereng Semeru

5 Juli 2026 - 14:27 WIB

Sambut Piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung, Aston Inn Lumajang Siapkan Akomodasi bagi Pemedek dan Wisatawan

30 Juni 2026 - 23:08 WIB

Ribuan Umat Hindu Padati Pura Mandara Giri Semeru Agung Rayakan Piodalan 2026

29 Juni 2026 - 19:41 WIB

Lamadjang: Sejarah yang Memilih Menari daripada Dilupakan

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Sawah Menyusut, Pemkab Lumajang Berlindung di Balik LP2B

25 Juni 2026 - 15:29 WIB

Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Akan Diramaikan Bazar UMKM dan Berbagai Lomba

24 Juni 2026 - 11:32 WIB

Trending di Nasional