Gotong Royong Ekonomi Rakyat, Strategi Koperasi Lumajang Hadapi Kendala Modal - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 24 Okt 2025 10:14 WIB ·

Gotong Royong Ekonomi Rakyat, Strategi Koperasi Lumajang Hadapi Kendala Modal


 Gotong Royong Ekonomi Rakyat, Strategi Koperasi Lumajang Hadapi Kendala Modal Perbesar

Lumajang, – Program Koperasi Merah Putih di Kabupaten Lumajang terus menunjukkan kemajuan, namun masih menghadapi tantangan utama, modal usaha.

Dari 205 koperasi yang terbentuk di 198 desa dan 7 kelurahan, seluruhnya kini memasuki tahap pembangunan dan operasionalisasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, Muhammad Ridha, menjelaskan meski koperasi telah siap menjalankan unit usaha, modal tetap menjadi kendala.

Baca juga:Audit Bongkar Kerugian Rp 3 Miliar di PD Semeru, Bupati Lumajang: Sistemnya Memang Buruk

“Kami mendorong koperasi memanfaatkan simpanan pokok, simpanan wajib, dan penyertaan modal anggota sebagai langkah awal. Sebelum meminjam ke bank, kami ingin mereka benar-benar siap,” katanya, Jumat (24/10/2025).

Ridha menambahkan, strategi ini bukan hanya soal finansial, tapi juga menanamkan prinsip gotong royong ekonomi rakyat.

“Kalau jumlah anggota terus bertambah, koperasi bisa mulai berusaha dengan modal sendiri. Semangatnya adalah bekerja bersama, membangun ekonomi dari dan untuk masyarakat desa,” jelas Ridha.

Baca juga: PD Semeru Bangkrut, Bupati Lumajang: Sementara Stagnan Hingga Anggaran Normal

Program ini juga didukung oleh pendampingan intensif dari 20 Business Assistant yang ditugaskan Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk membantu koperasi menyusun proposal usaha, strategi pengelolaan, hingga pengajuan dana ke perbankan. Pendampingan ini diharapkan meningkatkan kesiapan koperasi agar tidak terburu-buru mengambil risiko finansial.

Salah satu contoh keberhasilan koperasi yang lebih dulu beroperasi adalah Koperasi Merah Putih Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.

Koperasi ini memiliki unit usaha subpangkalan LPG dengan omzet mencapai Rp 76 juta, serta ratusan unit usaha sembako yang dikelola secara profesional.

Keberhasilan koperasi ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang tengah membangun unit usaha serupa.

Ridha menegaskan, fokus utama pemerintah adalah membangun kemandirian ekonomi desa.

“Program Koperasi Merah Putih bukan hanya wadah usaha, tapi gerakan ekonomi rakyat. Kita ingin warga desa sadar bahwa dengan bergabung dan berpartisipasi, mereka bisa berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah