PD Semeru Bangkrut, Bupati Lumajang: Sementara Stagnan Hingga Anggaran Normal - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 24 Okt 2025 09:18 WIB ·

PD Semeru Bangkrut, Bupati Lumajang: Sementara Stagnan Hingga Anggaran Normal


 PD Semeru Bangkrut, Bupati Lumajang: Sementara Stagnan Hingga Anggaran Normal Perbesar

Lumajang, – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Semeru, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, resmi dinyatakan mengalami kerugian usaha sebesar Rp 3 miliar.

Hasil audit Inspektorat Kabupaten Lumajang yang mencakup tiga tahun terakhir mengungkap kondisi keuangan perusahaan yang memprihatinkan dan menimbulkan tanda tanya besar mengenai kelangsungan operasionalnya.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan PD Semeru saat ini berada dalam kondisi bangkrut dan harus mengalami stagnasi hingga kondisi anggaran daerah kembali normal.

Baca juga:Audit Bongkar Kerugian Rp 3 Miliar di PD Semeru, Bupati Lumajang: Sistemnya Memang Buruk

“Dengan kondisi anggaran yang tidak normal, sulit bagi kami untuk menyertakan modal. Sampai anggaran normal, PD Semeru akan stagnan dulu,” kata Indah, Jumat (24/10/2025).

Indah menjelaskan bahwa rencana bisnis baru yang dapat mempercepat pemulihan perusahaan memang telah disiapkan. Namun, semua rencana tersebut membutuhkan suntikan modal sebagai syarat utama.

Baca juga: Perumda Semeru Gagal Kelola Modal, Semua Usaha Merugi

“Kalau tanpa penyertaan modal, bisnis yang saya rencanakan tidak bisa berjalan,” tambahnya.

Kerugian besar ini tentu berdampak pada berbagai rencana jangka panjang PD Semeru. Sebelumnya, perusahaan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memberikan pelayanan publik yang optimal. Namun, dengan kerugian Rp 3 miliar dan keterbatasan modal, semua rencana itu terpaksa tertunda.

Tak lama setelah hasil audit diumumkan, Direktur Utama PD Semeru, Mochammad Bahrul Wahid, mengajukan pengunduran diri pada 30 April 2025, hanya sebulan setelah menjabat.

Indah menegaskan Pemkab tetap berkomitmen melakukan pembenahan internal. “Saya memiliki alternatif-alternatif usaha untuk mempercepat pemulihan, tapi semua itu membutuhkan modal. Kami akan meninjau rencana bisnis lebih lanjut setelah anggaran daerah memungkinkan,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah