Perumda Semeru Gagal Kelola Modal, Semua Usaha Merugi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 21 Okt 2025 14:47 WIB ·

Perumda Semeru Gagal Kelola Modal, Semua Usaha Merugi


 Perumda Semeru Gagal Kelola Modal, Semua Usaha Merugi Perbesar

Lumajang, – Kinerja buruk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Semeru, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Lumajang, terungkap setelah audit Inspektorat menunjukkan seluruh usaha dan penanaman modal yang dilakukan perusahaan tersebut berakhir dengan kerugian.

Audit laporan keuangan resmi yang dirilis Inspektorat Lumajang mengungkapkan, kerugian usaha Perumda Semeru mencapai Rp 3 miliar. Angka ini mencerminkan hasil dari kegagalan manajemen dalam mengelola modal dan memilih mitra bisnis yang tepat.

Inspektur Inspektorat Lumajang, Akhmad Taufik Hidayat, menyebut kerugian tersebut bukan bersumber dari penyalahgunaan dana, melainkan dari kegagalan seluruh upaya usaha yang dilakukan.

Baca juga:PAD Lumajang Capai Rp 490 M, Tapi Sebagian Besar Langsung Lenyap ke BLU

“Kerugiannya itu kerugian usaha. Perusahaan mencoba menanamkan modal, menjalin kerja sama bisnis, tetapi tidak satu pun yang berhasil,” ungkap Taufik dalam konferensi pers, Selasa (21/10/2025).

Perusahaan, menurut Taufik, melakukan berbagai inisiatif usaha, namun tidak mampu menghasilkan keuntungan balik dari investasi yang ditanamkan.

Baca juga:Kemensos Umumkan BLT Kesra Cair, Tapi di Lumajang Belum Terlihat Tanda-tanda Penyaluran

Salah satu proyek yang disorot dalam laporan tersebut adalah pembangunan stockpile terpadu atau terminal pasir di Desa Sumbersuko. Proyek ini menelan biaya sekitar Rp 500 juta, namun tidak pernah berjalan optimal dan akhirnya ditutup.

“Itu hanya untuk pembangunan awal, pembersihan, pengerasan jalan, dan instalasi listrik. Belum termasuk sewa lahan Rp 200 juta per tahun,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah