Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lumajang Pasca Erupsi Semeru, Pastikan Keselamatan Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Nasional · 20 Nov 2025 16:36 WIB ·

Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lumajang Pasca Erupsi Semeru, Pastikan Keselamatan Warga


 Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lumajang Pasca Erupsi Semeru, Pastikan Keselamatan Warga Perbesar

Lumajang, – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bergerak cepat begitu tiba di Surabaya usai perjalanan Misi Dagang di Sulawesi Tenggara.

Tanpa menunda waktu, ia langsung menuju Lumajang untuk memimpin penanganan dampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, Kamis (20/11/2025).

Prioritas utama kunjungan ini adalah memastikan keselamatan warga serta pemulihan layanan dasar di kawasan terdampak.

Setibanya di Lumajang, Khofifah meninjau sejumlah titik terdampak, mulai dari pos pengungsian SDN 4 Supiturang, dapur umum di Desa Sumberurip, hingga Desa Sumbersari dan Jembatan Gladak Perak.

Di setiap lokasi, ia menekankan agar seluruh unsur penanganan bencana bekerja terintegrasi, cepat, dan berbasis kebutuhan warga.

Meski laporan aktivitas vulkanik menunjukkan getaran banjir sudah tidak terekam, status Level IV (Awas) tetap diberlakukan.

“Erupsinya memang sudah berakhir, tetapi statusnya masih Awas. Karena itu kesiapsiagaan tetap wajib. Kita harus memastikan semua warga berada pada titik aman,” kata Khofifah.

Saat puncak aktivitas APG, dua kecamatan menjadi pusat pengungsian. Di Kecamatan Pronojiwo, warga menempati Balai Desa Oro-Oro Ombo, SDN 4 Supiturang, Masjid Ar-Rahmah, dan Masjid Nurul Jadid.

Sementara di Kecamatan Candipuro, warga berkumpul di Balai Desa Penanggal, SDN 02 Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, serta rumah Kepala Desa Sumbermujur.

Data BPBD Jatim per Kamis pukul 05.40 WIB mencatat 346 warga mengungsi, dengan 64 jiwa masih bertahan di SDN 4 Supiturang karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditinggali.

Gubernur menekankan aspek kesehatan sebagai fokus utama. Tim Puskesmas telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan berkala, termasuk pemantauan kondisi psikologis, tensi akibat stres, dan potensi ISPA akibat paparan debu vulkanik.

“Yang perlu kami pastikan adalah penguatan layanan kesehatan di titik kumpul pengungsi. Ada kondisi psikologis tertentu, ada yang tensinya naik, ada risiko ISPA. Ini semua butuh pemantauan ketat,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan

30 Desember 2025 - 16:42 WIB

Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember

30 Desember 2025 - 16:22 WIB

Rute Surabaya-Palangkaraya Jadi Upaya Citilink Permudah Mobilitas Wisata dan Bisnis

24 Desember 2025 - 18:28 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter, Status Masih Siaga

20 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bank Indonesia Prediksi Penjualan Eceran Surabaya Naik 19,7 Persen YoY di November 2025

20 Desember 2025 - 13:37 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter Mengarah ke Timur

20 Desember 2025 - 12:57 WIB

Trending di Nasional