Gunung Semeru Erupsi Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 20 Agu 2025 13:20 WIB ·

Gunung Semeru Erupsi Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak


 Gunung Semeru Erupsi Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi (20/8/25). Kolom abu letusan terpantau mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Informasi ini disampaikan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya.

“Erupsi terjadi pada pukul 07.21 WIB. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke barat daya dan barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 75 detik,” ungkapnya.

Baca juga: Tanah Longsor Terjang Bedayu dan Wonokerto, BPBD Lumajang Kerahkan Alat Berat

Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl, tercatat sudah tiga kali erupsi pada hari yang sama, yakni pukul 00.33 WIB, 01.20 WIB, dan terakhir pukul 05.38 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 700 meter.

Namun dua erupsi pertama tidak teramati secara visual karena tertutup kabut tebal. Saat laporan ini dibuat, aktivitas vulkanik masih berlangsung.

Baca juga: Emas Cair dari Senduro, Sukses Usaha Madu Klanceng Pemuda Lumajang

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada). Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena potensi aliran lahar dan awan panas bisa meluas hingga 13 kilometer. Radius 3 kilometer dari puncak juga harus dikosongkan karena risiko lontaran batu pijar dan erupsi eksplosif.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi lahar hujan dan guguran lava di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru,” kata Sigit.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transjakarta Operasikan Sejumlah Rute hingga 23.59 WIB Selama Arus Balik Lebaran

22 Maret 2026 - 10:55 WIB

Rem Tangan Rusak hingga Kaca Pecah, Dua Bus AKAP Dinyatakan Tak Layak Jalan

19 Maret 2026 - 16:34 WIB

48 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan di Banyuwangi, Fasilitas Lengkap 24 Jam

18 Maret 2026 - 13:29 WIB

Pengamanan Mudik Lebaran di Lumajang, Patroli Rumah Kosong hingga Pos Pelayanan Terpadu

13 Maret 2026 - 16:14 WIB

Kesiapan Pemda Lumajang Saat Lebaran, Bupati Indah Standby Pantau Arus Mudik dan Pelayanan

13 Maret 2026 - 09:39 WIB

Tanpa Libur, Petugas Pemkab Lumajang Siap Layani Masyarakat Saat Mudik

13 Maret 2026 - 09:17 WIB

Trending di Nasional