Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 10 Des 2025 15:19 WIB ·

Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup


 Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang menutup seluruh aktivitas pertambangan di sepanjang aliran Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, setelah wilayah tersebut kembali dilalui banjir lahar Gunung Semeru.

Keputusan itu diambil untuk mencegah jatuhnya korban, mengingat Sungai Regoyo merupakan jalur utama pergerakan lahar setiap kali terjadi hujan intensitas tinggi di kawasan gunung.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa kondisi geografis sungai yang langsung terhubung dengan hulu Semeru membuat area itu sangat berbahaya bagi para penambang pasir yang sehari-hari bekerja di lokasi tersebut.

“Aktivitas pertambangan untuk Jugosari sudah tidak boleh lagi karena berbahaya. Kepala desa sudah mengumumkan kepada seluruh penambang untuk menghentikan aktivitas sementara,” ujar Indah, Rabu (10/12/2025).

Banjir lahar yang terjadi beberapa hari terakhir telah menimbun 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Indah menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan warga, termasuk mereka yang masih bertahan di bukit sekitar desa.

“Langkah kedaruratan adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di Sumberlangsep bagian bawah. Kita harus selamatkan dulu warganya,” katanya.

Selain menutup tambang, Pemkab Lumajang melakukan normalisasi aliran Sungai Regoyo untuk mencegah material lahar kembali merangsek ke permukiman. Upaya ini dilakukan dengan mengarahkan kembali aliran air ke tengah sungai, meski Indah mengakui tantangan besar datang dari hujan ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Desember.

“Menurut BMKG, sampai akhir Desember hujan intensitas tinggi akan terus terjadi. Ini tantangan besar bagi normalisasi sungai,” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional