Evaluasi Penanganan Lahar Semeru Pasca Banjir - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 9 Des 2025 09:34 WIB ·

Evaluasi Komprehensif Disiapkan untuk Menangani Dampak Lahar Semeru


 Evaluasi Komprehensif Disiapkan untuk Menangani Dampak Lahar Semeru Perbesar

Banjir lahar Gunung Semeru pada Sabtu (6/12/2025) kembali menutup akses menuju Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Material pasir, batu, dan lumpur menimbun jembatan penghubung hingga 138 keluarga terisolasi. Warga lalu menyelamatkan diri ke perbukitan dan titik aman terdekat.

Untuk merespons kondisi itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma turun langsung ke lokasi pada Minggu (7/12/2025). Keduanya ingin memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Bunda Indah menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan evaluasi komprehensif untuk menentukan langkah terbaik dari masa darurat hingga pemulihan. Evaluasi tersebut mencakup infrastruktur, kebutuhan warga, dan penguatan mitigasi bencana di jalur aliran lahar Semeru.

“Evaluasi ini penting agar penanganan dan pemulihan berlangsung terarah serta aman bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan kembali pentingnya penataan ruang dan relokasi di kawasan rawan. Sumberlangsep tercatat lama sebagai zona berisiko tinggi. Karena itu, penataan harus mengutamakan keselamatan warga, keberlanjutan hunian, dan kondisi lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga berkoordinasi intensif dengan BNPB untuk membuka akses darurat. Salah satu langkah cepat yang segera dijalankan adalah pembangunan jembatan gantung sepanjang 270 meter guna memulihkan mobilitas warga.

Di sisi lain, pemerintah terus mengendalikan aliran lahar agar material tidak melebar dan menimbulkan ancaman baru. Potensi hujan intens di sekitar Semeru pun menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan mitigasi lanjutan.

Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma memastikan bahwa kebutuhan warga terpenuhi, terutama di wilayah terisolasi. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami bekerja maksimal bersama seluruh pihak. Mitigasi akan lebih kuat jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama,” tegasnya.

Melalui evaluasi menyeluruh, penguatan mitigasi, dan penataan kawasan rawan, pemerintah berharap proses pemulihan tidak hanya membuka kembali akses. Lebih dari itu, langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan warga menghadapi potensi aktivitas Semeru di masa mendatang.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pencarian Rizky di Pantai Pandanwangi Libatkan Keluarga hingga Nelayan Setempat

16 Oktober 2026 - 09:13 WIB

25 Truk Ditindak di Pasirian, Polisi Temukan Pelanggaran Jam Operasional dan SIM

15 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Kades Selok Anyar Sebut Kabar Sumpah Pocong Salah Total, Ini Penjelasannya

15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Satresnarkoba Lumajang Janjikan Razia Berkala di Tempat Hiburan Malam

15 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Satu Nelayan Hilang setelah Perahu Terbalik di Perairan Selatan Lumajang

15 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Kecelakaan Beruntun di Lumajang, Satu Orang Luka dan Kerugian Rp 30 Juta

15 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Trending di Daerah