Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 21 Mei 2026 13:29 WIB ·

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari


 Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari Perbesar

Lumajang, – Udara sejuk lereng Gunung Semeru menyambut setiap langkah yang memasuki Dusun II Sumberejo, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Di tengah lanskap pedesaan yang tenang itu, sebuah kehidupan sosial yang hangat tumbuh di antara warga yang berbeda keyakinan.

Dusun kecil tersebut kini dikenal sebagai Kampung Pancasila, sebuah sebutan yang lahir dari keseharian warganya yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman agama.

Di kampung ini, sekitar 180 keluarga beragama Islam hidup berdampingan dengan 20 keluarga pemeluk Hindu dan tiga keluarga beragama Kristen. Perbedaan itu tidak menjadi batas dalam interaksi sosial sehari-hari.

“Keyakinan penduduk dalam satu kampung ini memang berbeda, tapi semua tetap hidup rukun dan guyub,” kata Kepala Desa Senduro Farid Rahman, saat dikutip dari Kim-senduro.kim.id Senin (21/5/2026).

Menurut Farid, nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir dalam praktik kehidupan warga. Gotong royong menjadi salah satu perekat utama yang menjaga hubungan antarmasyarakat tetap harmonis.

Potret itu terlihat dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan. Dalam kegiatan Jumat Berkah misalnya, warga nonmuslim ikut terlibat membantu, termasuk memberikan sumbangan.

Sebaliknya, ketika umat Hindu menggelar kegiatan di Pura Mandagiri atau jemaat Kristen melaksanakan kegiatan di gereja, warga lain juga turut membantu dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Gotong royong dan toleransi di kampung ini tetap terjaga. Di sini umat Kristiani dan pemeluk agama Hindu turut membantu menyumbang. Begitu juga ada kegiatan di gereja ataupun di Pura Mandagiri, warga turut membantu,” jelasnya.

Di tengah kampung itu, masjid, gereja, dan pura berdiri tidak berjauhan. Kehadiran tiga rumah ibadah tersebut menjadi penanda visual dari kehidupan yang saling menghormati.

Tidak hanya pada momen keagamaan, interaksi warga juga terbangun dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari kerja bakti hingga kegiatan sosial desa. Kebersamaan itu membuat sekat-sekat identitas seolah melebur dalam kehidupan bertetangga.

Kepala Dusun Sumberejo Edi berharap, Kampung Pancasila dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam merawat toleransi.

“Harapannya masyarakat punya kesadaran penuh membangun kerukunan beragama, bergotong royong, hidup berdampingan, dan membangun semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bertetangga,” kata Edi.

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional