Inovasi Pengelolaan Sampah di Lumajang: TPS3R Purworejo Jadi Pionir Ekonomi Sirkular Jawa Timur - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Ekonomi · 25 Mei 2025 19:23 WIB ·

Inovasi Pengelolaan Sampah di Lumajang: TPS3R Purworejo Jadi Pionir Ekonomi Sirkular Jawa Timur


 Inovasi Pengelolaan Sampah di Lumajang: TPS3R Purworejo Jadi Pionir Ekonomi Sirkular Jawa Timur Perbesar

Lumajang, – Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, kini menjadi contoh nyata dalam pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan diresmikannya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (25/5/25).

Peresmian TPS3R ini menandai langkah strategis Jawa Timur dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

TPS3R Purworejo dirancang tidak hanya sebagai fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai pusat inovasi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sederhana yang tepat guna dalam pengelolaan sampah. Ia menekankan bahwa sampah organik yang diolah di TPS3R dapat diubah menjadi kompos berkualitas dan pakan ternak berbasis magot, yang memiliki kandungan protein tinggi.

“Ini adalah solusi lokal yang efektif untuk mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut positif inisiatif ini dan berharap TPS3R dapat direplikasi di desa-desa lain di Lumajang. Menurut Bunda Indah, keberadaan TPS3R tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

“Tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga melalui budidaya magot dan produksi kompos,” katanya.

Dengan kapasitas awal pengolahan sampah sekitar 200 kilogram per hari, TPS3R Purworejo berpotensi berkembang seiring dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah desa.

“Pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mewujudkan Jawa Timur yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lewat RKPD 2027, Pemkab Lumajang Perkuat Iklim Investasi dan Infrastruktur

22 Maret 2026 - 10:45 WIB

Krisis Keteladanan? ASN dan Perangkat Desa Diminta Lunasi Pajak di Tengah Tunggakan Rp 6,19 Miliar

3 Maret 2026 - 09:26 WIB

Pariwisata dan UMKM Lumajang, Sinergi yang Menggerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 12:13 WIB

IPR Surabaya November 2025 Diprediksi 489,4, Lebih Tinggi dari September

20 Desember 2025 - 13:43 WIB

Ratusan Ternak Berhasil Diselamatkan, Pemerintah Perkuat Bantuan Pakan di Masa Darurat Semeru

20 November 2025 - 20:36 WIB

Kadin Lumajang Genjot Transformasi Digital Demi Ciptakan Desa Berdaya Saing di Tengah Persaingan Global

16 November 2025 - 16:54 WIB

Trending di Ekonomi