Kambing Melimpah, Harga Jatuh, Dampak Peralihan Usaha Peternak Pasca PMK - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 7 Apr 2026 10:30 WIB ·

Kambing Melimpah, Harga Jatuh, Dampak Peralihan Usaha Peternak Pasca PMK


 Kambing Melimpah, Harga Jatuh, Dampak Peralihan Usaha Peternak Pasca PMK Perbesar

Lumajang, – Melimpahnya stok kambing di Kabupaten Lumajang kini menjadi ironi bagi para peternak. Setelah banyak yang beralih dari ternak sapi akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), para peternak justru dihadapkan pada penurunan harga jual yang signifikan akibat kelebihan pasokan di pasaran.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Endra Novianto, mengungkapkan kondisi ini tidak hanya terjadi di Lumajang, tetapi juga di berbagai daerah lain.

“Banyak peternak yang beralih dari sapi ke kambing-domba pasca PMK. Hal ini menyebabkan populasi meningkat tajam, sementara penyerapan pasar tetap,” katanya, Selasa (7/4/2026).

Selain peralihan usaha, munculnya peternak baru juga turut memperparah kondisi over supply, sehingga harga kambing di pasaran semakin tertekan.

Meski demikian, DKPP Lumajang tetap melakukan pembinaan teknis kepada para peternak melalui petugas kesehatan hewan dan inseminator. Namun, terkait mekanisme pasar, pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk mengendalikan harga.

“Kami tetap melakukan pembinaan teknis. Namun untuk mekanisme pasar, kami tidak bisa berbuat banyak,” jelas Endra.

“Sebagai upaya perlindungan terhadap peternak lokal, kami memastikan tidak akan memberikan rekomendasi pemasukan ternak kambing dan domba dari luar daerah,” ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, harga kambing jenis gibas mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir. Dari sebelumnya berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor, kini turun menjadi sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Plastik Naik, Efek Domino Sampai ke Es Batu di Lumajang

6 April 2026 - 16:46 WIB

Ketergantungan Pasar Luar Daerah Jadi Penentu Harga Ternak di Lumajang

6 April 2026 - 16:24 WIB

Cabe Jamu Naik Daun, Petani Lumajang Kebanjiran Order

3 April 2026 - 15:42 WIB

Berburu Oleh-Oleh Lebaran, Kerajinan Tangan Khas Lumajang Jadi Buruan Pemudik

27 Maret 2026 - 11:43 WIB

Tantangan dan Strategi UMKM Lumajang di Tengah Gelombang Produk Impor

24 Maret 2026 - 11:50 WIB

Pemkab Lumajang Perluas Warung Pengendali Inflasi, Beras dan Minyak Dijual Lebih Murah

9 Maret 2026 - 18:11 WIB

Trending di Bisnis