Ketergantungan Pasar Luar Daerah Jadi Penentu Harga Ternak di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 6 Apr 2026 16:24 WIB ·

Ketergantungan Pasar Luar Daerah Jadi Penentu Harga Ternak di Lumajang


 Ketergantungan Pasar Luar Daerah Jadi Penentu Harga Ternak di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Fluktuasi harga kambing di Kabupaten Lumajang tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah pasokan, tetapi juga sangat bergantung pada akses pasar luar daerah. Kondisi ini semakin terasa ketika distribusi ternak mengalami hambatan, yang berdampak langsung pada melemahnya harga di tingkat lokal.

Permintaan dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Malang hingga Bali selama ini menjadi penopang utama stabilitas harga, khususnya untuk kambing pedaging. Ketika arus distribusi berjalan lancar, harga cenderung stabil. Namun sebaliknya, saat permintaan luar daerah menurun, harga pun ikut tertekan.

Affan, pedagang kambing di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, mengungkapkan peran pembeli luar daerah sangat krusial dalam menjaga perputaran pasar ternak.

“Kalau pembeli dari luar daerah sepi, harga langsung turun. Soalnya pasar lokal tidak cukup untuk menyerap semua stok,” katanya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut saat ini mulai dirasakan, terutama pada kambing jenis gibas yang tidak memiliki jaringan pasar luas seperti kambing pedaging.

Sementara itu, Agus Setiawan, pedagang kambing dan domba di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, menyampaikan ketergantungan terhadap pasar luar daerah menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha ternak.

“Selama ini memang banyak bergantung ke luar daerah. Kalau pengiriman lancar, harga ikut stabil. Tapi kalau tersendat, dampaknya langsung terasa di sini,” kata Agus.

Menurutnya, komoditas yang memiliki akses pasar lebih luas cenderung lebih bertahan terhadap fluktuasi harga.
“Sebaliknya, kambing yang hanya mengandalkan pasar lokal lebih rentan mengalami penurunan harga saat pasokan meningkat,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis