Lontong Osek Daging: Kuliner Pagi yang Menyimpan Cerita Kehangatan di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Ekonomi · 1 Jun 2025 15:49 WIB ·

Lontong Osek Daging: Kuliner Pagi yang Menyimpan Cerita Kehangatan di Lumajang


 Lontong Osek Daging: Kuliner Pagi yang Menyimpan Cerita Kehangatan di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Di balik sejuknya pagi Lumajang, Jawa Timur, ada aroma yang selalu berhasil membangunkan semangat warga, wangi kuah santan dan rempah-rempah dari sepiring lontong osek daging.

Bukan sekadar menu sarapan, lontong osek daging telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Lumajang, menyatukan berbagai lapisan warga di satu meja sederhana.

Bagi masyarakat Lumajang, sarapan bukan hanya soal mengisi perut sebelum beraktivitas, melainkan juga momen untuk berbagi cerita, tawa, dan kehangatan.

Di Warung Osek Cak Bachroel, misalnya, suasana pagi selalu riuh dengan obrolan hangat para pelanggan setia. Di sini, setiap porsi lontong osek daging seolah menjadi tiket masuk ke dalam komunitas kecil yang penuh keakraban.

Lontong osek daging bukanlah menu baru. Konon, resepnya diwariskan dari generasi ke generasi, dengan sentuhan rempah-rempah khas Jawa Timur yang membuatnya berbeda dari lontong sayur pada umumnya.

Kuah santan yang gurih, daging sapi empuk, dan taburan serundeng serta kacang bubuk menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan.

Bachroel, sang pemilik warung, menceritakan bahwa rahasia kelezatan lontong osek daging terletak pada kesabaran dalam mengolah daging dan rempah.

“Kami tidak pernah terburu-buru. Setiap potongan daging harus benar-benar empuk dan menyerap bumbu. Itulah sebabnya, pelanggan kami selalu kembali lagi,” katanya, Minggu (1/6/25).

Bagi para pendatang, pengalaman menyantap lontong osek daging di Lumajang adalah petualangan rasa yang seru.

Nia, seorang wisatawan kuliner, mengaku selalu menantikan pagi hari di Lumajang demi sepiring lontong osek daging.

“Ada sensasi nostalgia yang sulit dijelaskan. Rasanya seperti pulang ke rumah meski saya bukan orang sini,” kata Nia.

Tak hanya soal rasa, suasana warung yang sederhana dan keramahan para penjual menjadi nilai tambah tersendiri. Maria, pelanggan lainnya, bahkan menyebut sarapan di Warung Osek Cak Bachroel sebagai ritual wajib setiap kali berkunjung ke Lumajang.

“Bukan cuma makan, tapi menikmati suasana pagi di sini yang penuh kehangatan,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menangkap Momen di Bawah Air, Mengalirkan Manfaat untuk Warga Desa

3 Januari 2026 - 10:23 WIB

Bupati Lumajang: Pengelolaan Wisata oleh Pemerintah Belum Maksimal, Investor Dilibatkan

23 Desember 2025 - 11:22 WIB

IPR Surabaya November 2025 Diprediksi 489,4, Lebih Tinggi dari September

20 Desember 2025 - 13:43 WIB

Kalipinusan Poncosuma Ditutup Sementara, Dispar Lumajang Siapkan Musyawarah

16 Desember 2025 - 12:21 WIB

Jangan Pulang Dulu! 7 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi Saat ke Lumajang

14 Desember 2025 - 18:03 WIB

Wisata Aman! 298 Jip Bromo di Malang Kini Berasuransi

14 Desember 2025 - 12:29 WIB

Trending di Pariwisata