MJO dan Gelombang Rossby Sebabkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur, Ini Penjelasan BMKG - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 30 Okt 2025 12:41 WIB ·

MJO dan Gelombang Rossby Sebabkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur, Ini Penjelasan BMKG


 MJO dan Gelombang Rossby Sebabkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur, Ini Penjelasan BMKG Perbesar

Surabaya, – Cuaca ekstrem kembali melanda sebagian wilayah Jawa Timur. Hujan deras disertai angin kencang dan potensi puting beliung diperkirakan terjadi sepanjang periode 30 Oktober hingga 5 November 2025.

Namun, di balik langit kelabu dan derasnya hujan, terdapat dinamika kompleks di atmosfer yang menjadi penyebab utamanya, Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, dua fenomena atmosfer global ini sedang aktif melintasi wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk Jawa Timur.

Aktivitas keduanya memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga:Harga Daging Ayam Ras di Lumajang Turun Jadi Rp 34 Ribu per Kilogram

MJO, Napas Cuaca dari Samudra Hindia
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa MJO merupakan gelombang besar di atmosfer yang bergerak dari barat ke timur, membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia menuju wilayah tropis Indonesia.

“Ketika fase aktif MJO melintasi Indonesia, aktivitas pertumbuhan awan hujan meningkat tajam. Itulah sebabnya, beberapa hari terakhir potensi hujan lebat lebih sering terjadi,” jelas Taufiq, Kamis (30/10/2025).

Baca juga:Rp 47 Miliar untuk Gen Z Surabaya, DPRD Tekankan Urban Farming dan Usaha Digital Berbasis Kelompok

MJO biasanya berlangsung dalam siklus 30 hingga 60 hari, dan setiap kali melewati wilayah Indonesia, dampaknya terasa dalam bentuk peningkatan curah hujan, petir, dan angin kencang.

Gelombang Rossby, Riak Atmosfer yang Tak Terlihat
Selain MJO, Gelombang Rossby turut berperan memperkuat potensi cuaca ekstrem. Fenomena ini merupakan gelombang atmosfer berfrekuensi rendah yang memengaruhi pola angin dan tekanan udara di lapisan atas.

“Gelombang Rossby dapat memperlambat aliran udara di atmosfer, sehingga uap air tertahan lebih lama di suatu wilayah. Akibatnya, awan hujan lebih mudah terbentuk dan intensitasnya meningkat,” lanjut Taufiq.

Ketika dua fenomena ini terjadi bersamaan, ditambah kondisi suhu muka laut hangat di sekitar Selat Madura dan perairan Jawa Timur, atmosfer menjadi sangat labil. Labilitas ini menciptakan peluang terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb) jenis awan tinggi yang kerap memicu hujan deras, petir, dan angin puting beliung.

Suhu Laut yang Menghangat, Energi untuk Awan
BMKG juga mencatat bahwa suhu muka laut di perairan utara Jawa Timur saat ini berada di atas normal, berkisar +0,5 hingga +1,0°C. Kondisi itu menambah pasokan uap air di atmosfer.

“Ibarat bahan bakar, suhu laut hangat memberikan energi tambahan bagi proses pembentukan awan konvektif. Inilah yang membuat intensitas hujan di Jawa Timur meningkat,” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan Lepas Kontingen PDIP Lumajang Menuju Ajang Seleksi Soekarno Cup di Malang

9 Maret 2026 - 13:15 WIB

Sempat Dikeluhkan Sekda, Bupati Lumajang Pastikan Dapur MBG Polres Benahi Limbah

6 Maret 2026 - 09:16 WIB

Infrastruktur dan Pertanian Jadi Taruhan, Proyek Tanggul Semeru Dikebut Jelang Lebaran

4 Maret 2026 - 10:18 WIB

Dugaan Pengurangan Porsi MBG, PDIP Ingatkan: Jangan Rugikan Presiden

1 Maret 2026 - 15:23 WIB

Dari Semeru 2021 ke 2025, Rumah Kosong BSD Akan Dialihkan untuk Korban Baru

1 Maret 2026 - 10:53 WIB

Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep

1 Maret 2026 - 10:24 WIB

Trending di Nasional