Aksi Demo Santri Lumajang untuk Perdamaian - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang 100 Becak Listrik Hadiah Presiden: Napas Baru untuk Pengayuh Becak Lumajang yang Mulai Sepuh Transformasi Digital Tak Cukup dengan Infrastruktur: “Kuncinya Ada pada Pemanfaatan yang Efektif” Atlet Disabilitas Lumajang Bikin Sejarah: Sabet 3 Emas dan 1 Perak di Keparprov Jatim 2025 Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Pemerintah Perkuat Mitigasi Berbasis Informasi Resmi di Kawasan Lahar Semeru

Daerah · 19 Okt 2025 17:08 WIB ·

Santri Lumajang Gelar Aksi Damai: Meneguhkan Nilai Pesantren dan Etika Publik


 Santri Lumajang Gelar Aksi Damai: Meneguhkan Nilai Pesantren dan Etika Publik Perbesar

Lumajang – Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Lumajang berkumpul di depan Pendopo Aryawiraraja, Sabtu (18/10/2025).
Mereka hadir dengan wajah teduh dan langkah tertata. Para santri membawa pesan damai serta meneguhkan pentingnya menjaga nilai pesantren dan kearifan lokal.

Dengan pakaian serba putih dan poster bertuliskan pesan persaudaraan, para santri berjalan tertib dari Alun-Alun Timur menuju pendopo.
Sepanjang perjalanan, mereka melantunkan shalawat dan doa yang menggema di jalan kota. Aksi itu menunjukkan bahwa menyampaikan aspirasi dapat dilakukan dengan santun dan penuh kedamaian.

Pesan Cinta untuk Pesantren

Ketua PCNU Lumajang sekaligus koordinator aksi, Mohammad Darwis, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa cinta terhadap pesantren.
Ia menjelaskan bahwa media perlu berhati-hati dalam menyampaikan informasi agar tetap menghormati nilai agama dan budaya yang tumbuh di masyarakat.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dengan cara santun. Pesantren telah menanamkan nilai karakter, dan kami ingin masyarakat menghargainya,” ujarnya.

Darwis juga menilai pesantren berperan penting dalam membangun moral bangsa. Ia mengajak seluruh pihak menjaga marwah pesantren agar pendidikan karakter tetap kuat di tengah perubahan zaman.

Bunda Indah Apresiasi Kedewasaan Santri

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menemui langsung para santri dan memberikan apresiasi atas aksi damai tersebut.
Ia mengaku bangga melihat santri mampu menyampaikan aspirasi dengan cara beradab tanpa menimbulkan konflik.

“Saya bangga, karena para santri menyampaikan aspirasi dengan cara santun dan terhormat. Mereka menunjukkan bahwa pesantren menjadi pusat pendidikan moral yang mencerahkan masyarakat,” kata Bunda Indah.

Bunda Indah menilai bahwa kritik yang disampaikan dengan sopan menjadi bentuk pembelajaran sosial yang baik.
Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, santri berperan menjaga keseimbangan moral dan mengingatkan masyarakat agar tetap menjunjung etika publik.

Doa Bersama Sebagai Penutup Aksi

Bagi para santri, aksi damai ini bukan hanya sarana menyuarakan pendapat, tetapi juga bentuk penguatan nilai-nilai moral dan spiritual di masyarakat.
Setiap langkah tertib dan doa yang mereka lantunkan mencerminkan kesadaran sosial yang tinggi dan niat tulus menjaga ketenangan publik.

Menjelang akhir kegiatan, para santri menutup aksi dengan doa bersama di halaman pendopo.
Lantunan ayat suci menciptakan suasana damai yang menenangkan hati. Para santri ingin menunjukkan bahwa aspirasi dapat tersampaikan dengan elegan tanpa meninggalkan nilai kesantunan.

Cermin Moral Bangsa dari Lumajang

Aksi damai santri Lumajang menjadi cermin bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kekuatan moral, etika, dan kepedulian sosial.
Para santri menyampaikan pesan sederhana namun kuat: menjaga martabat pesantren berarti menjaga peradaban bangsa.

Dari Lumajang, mereka mengajak seluruh masyarakat Indonesia meneladani keteduhan dan kesantunan dalam bertindak.
Santri meyakini bahwa kebaikan dan aspirasi yang disampaikan dengan damai justru memiliki kekuatan besar untuk mencerahkan publik dan mempererat solidaritas sosial.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Mahasiswa, Pendemo Jember yang Divonis Penjara Juga Tulang Punggung Keluarga

15 Desember 2025 - 18:35 WIB

Tujuh Pendemo Divonis Penjara, PN Jember Jatuhkan Hukuman hingga 3 Bulan 14 Hari

15 Desember 2025 - 18:28 WIB

HUT ke-770 Lumajang Dimeriahkan Grebeg Gunungan dan Drama Kolosal Kerajaan Lamajang

15 Desember 2025 - 16:01 WIB

Lumajang Catat Keberhasilan Mitigasi Bencana, Fokus Pemulihan Infrastruktur Pasca Erupsi Semeru

15 Desember 2025 - 14:12 WIB

Astacita Nararia Jadi Arah Pembangunan Lumajang di Usia ke-770 Tahun

15 Desember 2025 - 10:03 WIB

Becak Listrik Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, UMKM Lumajang Ikut Tumbuh

14 Desember 2025 - 12:27 WIB

Trending di Daerah