Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 19 Okt 2026 15:56 WIB ·

Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL


 Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL Perbesar

Lumajang, – Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat 93,2 kiloliter (KL), sedangkan kebutuhan hariannya sekitar 63,1 KL.

Data tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Lumajang di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Berdasarkan data Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Lumajang yang dikirim Pertamina pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 20.00 waktu setempat, stok Pertamax tercatat lebih tinggi 30,1 KL dibandingkan angka kebutuhan harian.

Data tersebut juga memuat stok sejumlah jenis BBM lainnya. Stok solar tercatat 161,05 KL dengan kebutuhan harian sekitar 160,5 KL. Sementara itu, stok Pertalite mencapai 165,8 KL, sedangkan kebutuhan hariannya 230,2 KL.

Untuk jenis BBM nonsubsidi lainnya, stok Pertamax Turbo tercatat 34,41 KL dengan kebutuhan harian 1,3 KL. Adapun stok Pertamina Dex mencapai 36,41 KL, sedangkan kebutuhan hariannya sekitar 4,02 KL.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Lumajang, Bonni Momenta, mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan BBM subsidi. Peralihan tersebut, menurut dia, ikut meningkatkan konsumsi solar dan Pertalite.

“Banyak konsumen BBM solar non subsidi itu pindah ke subsidi. Karena harganya (BBM Non subsidi) naiknya jauh sekali, kondisi seperti ini pun juga terjadi dimana-mana,” katanya, Senin (19/10/2026).

Bonni juga menilai pemberitaan mengenai kelangkaan BBM di berbagai daerah memicu kepanikan masyarakat. Sebagian konsumen yang biasanya belum perlu mengisi bahan bakar kembali mendatangi SPBU dan mengisi tangki hingga penuh.

“Secara tidak langsung berimbas pada kami, orang orang panik. Bisanya setengah tangki belum ngisi, sekarang ngisi lagi sampai full. Otomatis stok di SPBU cepat habis,” kata dia.

Di tengah antrean panjang di sejumlah SPBU, Polres Lumajang meningkatkan patroli untuk mengantisipasi dugaan penimbunan BBM sekaligus mengatur lalu lintas jika antrean kendaraan meluber hingga badan jalan.

Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan polisi belum menemukan indikasi dugaan penimbunan. Antrean terpanjang sementara dilaporkan berada di SPBU Tukum dan Sukodono.

“Sementara belum ditemukan indikasi dugaan penimbunan. Antrean BBM paling panjang sementara berada di SPBU Tukum dan Sukodono,” ujar Suprapto.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pencarian Rizky di Pesisir Lumajang Mengandalkan Informasi Nelayan dan Radio Komunitas

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tim SAR Sisir Pantai Dampar hingga Wotgalih, Rizky Korban Kecelakaan Laut Belum Ditemukan

18 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Libatkan 150 Relawan, Gerindra Lumajang Tanam Bibit Buah dan Tanaman Keras

17 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lumajang Perpanjang WFH, Disdukcapil, Sekolah, dan Puskesmas Tetap Melayani

15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Kebakaran Hutan di Argosari Lumajang Tak Berdampak pada Permukiman dan Ladang Warga

14 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Trending di Nasional