Pasutri Handy Soenaryo dan Tjan Hwan Diana Didakwa Rusak Dua Mobil Rekanan Proyek, Akibat Konflik Pembatalan Pekerjaan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Kriminal · 30 Jul 2025 19:13 WIB ·

Pasutri Handy Soenaryo dan Tjan Hwan Diana Didakwa Rusak Dua Mobil Rekanan Proyek, Akibat Konflik Pembatalan Pekerjaan


 Pasutri Handy Soenaryo dan Tjan Hwan Diana Didakwa Rusak Dua Mobil Rekanan Proyek, Akibat Konflik Pembatalan Pekerjaan Perbesar

Surabaya, – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menggelar sidang perdana terhadap pasangan suami istri (pasutri) Handy Soenaryo dan Tjan Hwan Diana, Rabu (30/7), atas dugaan tindak pidana pengerusakan dua kendaraan milik rekanan proyek. Kasus ini bermula dari pembatalan sepihak proyek kanopi motorized retractable roof yang memicu kerugian dan konflik berkepanjangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Galih Putra Diana dari Kejaksaan Negeri Surabaya dalam dakwaannya mengungkapkan, perkara ini berawal saat saksi korban, Paul Stephanus, menerima pesanan proyek dari terdakwa Handy Soenaryo pada 8 Agustus 2023. Namun pada 29 Oktober 2024, proyek tersebut dibatalkan secara sepihak oleh Handy ketika pengerjaan telah mencapai 75 persen.

Perselisihan muncul saat pihak korban menagih kejelasan terkait uang muka proyek sebesar Rp205.975.000. Tidak tercapainya kesepakatan pengembalian dana akhirnya memicu pertengkaran yang berujung aksi kekerasan terhadap barang, yakni pengerusakan dua kendaraan yang terparkir di lokasi proyek, tepatnya di Perumahan Pradah Permai, Gang 8 No. 2, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, pada Sabtu, 23 November 2024, sekitar pukul 09.30 WIB.

Dua kendaraan yang dirusak adalah mobil pick-up Daihatsu Grandmax bernopol W-8414-NC milik Hironimus Tuqu dan sedan Mazda W-1349-WO milik Yanto.

Baca juga: Dua Tahun Berturut-turut Gagal Capai Target, Pendapatan Surabaya Perlu Dievaluasi Total

Menurut JPU, terdakwa Handy merusak bagian roda depan dan belakang kedua mobil menggunakan dongkrak dan kunci roda. Ia juga menggerinda ban depan mobil Mazda hingga robek, atas perintah istrinya, Tjan Hwan Diana.

“Tindakan tersebut menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan,” ujar JPU Galih dalam sidang.

Atas perbuatannya, jaksa menjerat keduanya dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP tentang pengerusakan barang secara bersama-sama.

Baca juga: Dengan Sistem DTSEN, Lumajang Tak Butuh Lagi Label ‘Keluarga Miskin’ di Rumah Warga

Sementara itu, kuasa hukum Tjan Hwan Diana, Elok Kadja, menyampaikan bahwa kliennya tengah berupaya menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.

“Kami masih mengupayakan penyelesaian damai kepada korban dengan memberikan ganti kerugian,” ujarnya kepada awak media usai persidangan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Pelaku Curanmor Ditabrak Saat Kabur, Satu Tewas dan Polisi Temukan Riwayat Begal

4 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Kejari Lumajang Selidiki Bantuan Irigasi Rp8,6 Miliar, Tersangka Belum Ditetapkan

1 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Empat Pohon Mahoni Dipotong dengan Chain Saw di Hutan Produksi Klakah, Dua Warga Diamankan

22 September 2026 - 15:48 WIB

Curanmor di Ranuyoso Berujung Maut: Motor Dicuri, Pelaku Dikejar hingga Kecelakaan

22 September 2026 - 11:04 WIB

Dari RT hingga Kampus, Kekerasan Seksual di Lumajang Menghadapi Satu Masalah: Takut Melapor

18 September 2026 - 11:57 WIB

Satu Komponen Hilang, Penerangan Jalan Nogosari Lumajang Terganggu

17 September 2026 - 15:22 WIB

Trending di Kriminal