Penjelasan tentang Efisiensi Anggaran: Prioritas Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Sholawat Menggema di Nguter, Bupati Lumajang Ajak Warga Bangun Desa dengan Doa Bupati Lumajang: Keamanan dan Karakter Bangsa Dibangun Bersama, Dimulai dari Akar Pariwisata Ramah Lingkungan dan Perlindungan Lahan Jadi Fokus Legislasi Baru Lumajang Tari Topeng Kaliwungu Tampil Kolosal, 500 Pelajar Lumajang Guncang Panggung Budaya Nusantara Tumpak Sewu Disiapkan Jadi Destinasi Global, SDM Lokal Jadi Pilar Utama

Nasional · 19 Apr 2025 19:03 WIB ·

Penjelasan tentang Efisiensi Anggaran: Prioritas Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa


 Penjelasan tentang Efisiensi Anggaran: Prioritas Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa Perbesar

Isu efisiensi anggaran kembali menarik perhatian publik, terutama pengadaan sepeda motor operasional tipe Honda PCX untuk semua kepala desa di Kabupaten Lumajang yang menghabiskan anggaran sekitar Rp7 miliar. Dalam menanggapi ini, akun TikTok @mas.agus.setiawan memberikan penjelasan yang cukup mendalam mengenai prinsip efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Agus Setiawan menekankan bahwa efisiensi tidak harus menghindari belanja, lebih kepada pengalihan anggaran dari kegiatan yang kurang prioritas menuju program yang lebih penting dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang, di bawah kepemimpinan Bupati Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, telah melakukan penghematan pada beberapa pos anggaran rutin, seperti konsumsi rapat, perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor, dan belanja cetakan.

“Anggaran untuk konsumsi rapat dan belanja habis pakai seperti ATK atau cetakan, ketika digunakan akan langsung terpakai tanpa memberikan nilai lebih. dengan efisiensi dari pos-pos tersebut, Pemkab berhasil mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk program-program ujarnya. Agus melanjutkan bahwa hasil efisiensi itu telah dialokasikan ke beberapa sektor strategis, di antaranya: 1. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang, yang menghabiskan lebih dari Rp20 miliar.
2. Penguatan program kesehatan masyarakat sebagai investasi jangka panjang dalam manusia. 3. Pengadaan sepeda motor operasional untuk seluruh desa, mendukung kelancaran pelayanan pemerintahan desa.

Menurut Agus, langkah ini justru merupakan bentuk efisiensi karena belanja yang dilakukan memiliki nilai manfaat jangka panjang. Ia mencatat bahwa bantuan motor operasional bagi desa terakhir kali diberikan sekitar 15 tahun lalu, dan kendaraan seperti Honda PCX diperkirakan dapat digunakan lebih dari 10 tahun.

“Jika dibandingkan dengan anggaran yang hanya dimanfaatkan untuk konsumsi atau perjalanan dinas yang sifatnya pengadaan kendaraan operasional memberikan dampak yang besar. Ini adalah investasi yang produktif, bukan konsumtif,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami konteks pengelolaan anggaran publik, agar tidak terjebak dalam narasi yang menyederhanakan isu efisiensi hanya sebagai penghematan tanpa adanya belanja.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecelakaan Kapal di Selat Bali, BPBD Lumajang Fokus Konfirmasi Keberadaan Warga Lumajang

3 Juli 2025 - 16:11 WIB

Operasi SAR Besar-besaran untuk Evakuasi Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali

3 Juli 2025 - 13:17 WIB

KMP Tunu Pratama Jaya Alami Kebocoran Mesin Sebelum Tenggelam di Selat Bali

3 Juli 2025 - 11:00 WIB

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Tim SAR Evakuasi 18 Penumpang, 2 Korban Meninggal

3 Juli 2025 - 10:48 WIB

Polemik Putusan MK: Pemilu Serentak ‘5 Kotak’ Berakhir, Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

2 Juli 2025 - 19:14 WIB

Kisruh SPMB Banyuwangi: 120 Siswa Dinyatakan Lolos, Tapi Kuota Hanya 3 Kursi

2 Juli 2025 - 18:55 WIB

Trending di Nasional