Penjelasan tentang Efisiensi Anggaran: Prioritas Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 19 Apr 2025 19:03 WIB ·

Penjelasan tentang Efisiensi Anggaran: Prioritas Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa


 Penjelasan tentang Efisiensi Anggaran: Prioritas Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa Perbesar

Isu efisiensi anggaran kembali menarik perhatian publik, terutama pengadaan sepeda motor operasional tipe Honda PCX untuk semua kepala desa di Kabupaten Lumajang yang menghabiskan anggaran sekitar Rp7 miliar. Dalam menanggapi ini, akun TikTok @mas.agus.setiawan memberikan penjelasan yang cukup mendalam mengenai prinsip efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Agus Setiawan menekankan bahwa efisiensi tidak harus menghindari belanja, lebih kepada pengalihan anggaran dari kegiatan yang kurang prioritas menuju program yang lebih penting dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang, di bawah kepemimpinan Bupati Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, telah melakukan penghematan pada beberapa pos anggaran rutin, seperti konsumsi rapat, perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor, dan belanja cetakan.

“Anggaran untuk konsumsi rapat dan belanja habis pakai seperti ATK atau cetakan, ketika digunakan akan langsung terpakai tanpa memberikan nilai lebih. dengan efisiensi dari pos-pos tersebut, Pemkab berhasil mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk program-program ujarnya. Agus melanjutkan bahwa hasil efisiensi itu telah dialokasikan ke beberapa sektor strategis, di antaranya: 1. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang, yang menghabiskan lebih dari Rp20 miliar.
2. Penguatan program kesehatan masyarakat sebagai investasi jangka panjang dalam manusia. 3. Pengadaan sepeda motor operasional untuk seluruh desa, mendukung kelancaran pelayanan pemerintahan desa.

Menurut Agus, langkah ini justru merupakan bentuk efisiensi karena belanja yang dilakukan memiliki nilai manfaat jangka panjang. Ia mencatat bahwa bantuan motor operasional bagi desa terakhir kali diberikan sekitar 15 tahun lalu, dan kendaraan seperti Honda PCX diperkirakan dapat digunakan lebih dari 10 tahun.

“Jika dibandingkan dengan anggaran yang hanya dimanfaatkan untuk konsumsi atau perjalanan dinas yang sifatnya pengadaan kendaraan operasional memberikan dampak yang besar. Ini adalah investasi yang produktif, bukan konsumtif,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami konteks pengelolaan anggaran publik, agar tidak terjebak dalam narasi yang menyederhanakan isu efisiensi hanya sebagai penghematan tanpa adanya belanja.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit

9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Trending di Nasional