Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

International · 16 Des 2023 11:54 WIB ·

Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel


 Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel Perbesar

Eskalasi konflik di Gaza, dengan jumlah tentara Israel yang meningkat hampir dua kali lipat dari serangan darat sebelumnya pada 2014. Ada penjelasan dari para pakar militer, komandan Israel, serta sumber Hamas yang menyoroti bagaimana Hamas menggunakan senjata canggih dan jaringan terowongan yang luas untuk mengubah medan perang Gaza menjadi lingkungan yang sangat mematikan bagi tentara Israel.

Senjata-senjata yang dimiliki Hamas, mulai dari drone hingga senjata anti-tank yang dilengkapi dengan muatan ganda yang kuat, menjadi fokus utama dalam konflik ini.

Serangan Israel yang dimulai pada akhir Oktober menyebabkan sekitar 110 tentara Israel tewas, sebagian besar adalah awak tank. Perbandingannya dengan serangan tahun 2014 menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan tentara Israel saat ini beroperasi jauh lebih dalam ke dalam wilayah Gaza.

Pakar militer seperti Yaacov Amidror, seorang pensiunan mayor jenderal Israel dan mantan penasihat keamanan nasional, menyatakan bahwa solusi untuk menemukan terowongan Hamas masih menjadi tantangan besar.

Jaringan terowongan ini telah berkembang pesat dalam dekade terakhir, membuat Israel kesulitan menghadapinya.

Konflik ini dimulai setelah serangan bersenjata oleh Hamas pada Oktober 2023, yang memicu gelombang serangan balasan dari Israel. Di tengah konflik ini, terdapat upaya internasional untuk mencapai gencatan senjata.

Namun, pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa perang akan berlanjut hingga “kemenangan mutlak” menandakan ketegangan yang belum mereda.

Meski kedua belah pihak merasakan dampak yang signifikan dari konflik ini, masih terdapat ketidakpastian mengenai korban dan jumlah pasukan yang diterjunkan ke medan perang, sementara upaya-upaya untuk mencari jalan keluar dari situasi ini terus berlanjut.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Geolog Indonesia-Australia Pelajari Jejak Mineral Banyuwangi, Pulau Merah Jadi Laboratorium Alam

2 Desember 2025 - 17:06 WIB

Rencana Whoosh Sambung ke Surabaya Terancam Tersendat, Masalah Utang Belum Tuntas

22 Oktober 2025 - 12:57 WIB

Surga Tersembunyi di Lumajang, Tumpak Sewu Tawarkan Pengalaman Wisata Penuh Petualangan

9 Oktober 2025 - 17:56 WIB

Stasiun KRL Surabaya Akan Terapkan Konsep TOD, Dorong Gaya Hidup Urban Modern

7 Oktober 2025 - 18:38 WIB

Dorong TOD, Setiap Stasiun KRL Surabaya Bakal Jadi Pusat Aktivitas Baru Masyarakat Perkotaan

6 Oktober 2025 - 15:18 WIB

Kabar Terbaru Proyek KRL Surabaya, Jalur Ganda Gubeng–Sidoarjo Siap Dibangun, Proyek Senilai Rp4,1 Triliun Dimulai 2029

6 Oktober 2025 - 15:10 WIB

Trending di International