Polantas Menyapa: Cara Humanis Satlantas Lumajang Bentuk Budaya Tertib Sejak Dini - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 13 Sep 2025 11:17 WIB ·

Polantas Menyapa: Cara Humanis Satlantas Lumajang Bentuk Budaya Tertib Sejak Dini


 Polantas Menyapa: Cara Humanis Satlantas Lumajang Bentuk Budaya Tertib Sejak Dini Perbesar

Lumajang, – Dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menggelar kegiatan edukatif bertajuk Polantas Menyapa Go To Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Mahad Al Hikmah, Jumat (12/9/25).

Kegiatan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membentuk karakter tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Bertempat di Mushola Mahad Al Hikmah, Kanit Kamsel Satlantas Polres Lumajang, Ipda Yoyok Widarto, secara langsung memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada para santriwati tentang pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Baca juga: BKD Lumajang: Rekrutmen ASN Adalah Wewenang Pusat, Daerah Hanya Menunggu

“Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar para santriwati dapat menjadi pelopor keselamatan lalu lintas di lingkungan mereka,” kata Yoyok.

Baca juga: Setiap Jumat, ASN Banyuwangi Naik Angkot dan Ojol Untuk Bangkitkan Ekonomi Lokal

Ia menekankan pendekatan yang humanis dan komunikatif sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting mengenai keselamatan jalan raya.

Kasat Lantas Polres Lumajang, Ipda Mohamad Syaikhu, menegaskan program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Lumajang.

“Santri dan pelajar adalah kelompok yang rentan menjadi korban maupun pelaku pelanggaran lalu lintas. Edukasi seperti ini penting untuk membangun budaya tertib sejak dini, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya keselamatan berkendara,” terang Syaikhu.

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah