PPPK Paruh Waktu Honorer R2 dan R3: Kebijakan Baru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Ekonomi · 10 Agu 2025 08:45 WIB ·

Regulasi Terbaru Menpan RB: Honorer R2 dan R3 Jadi PPPK Paruh Waktu Tanpa Tes, Hanya Bisa Isi 3 Jabatan ASN


 Regulasi Terbaru Menpan RB: Honorer R2 dan R3 Jadi PPPK Paruh Waktu Tanpa Tes, Hanya Bisa Isi 3 Jabatan ASN Perbesar

Kesempatan Emas Honorer R2 dan R3 Jadi ASN Tanpa Tes

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) resmi mengesahkan regulasi baru yang membuka jalur PPPK Paruh Waktu khusus untuk honorer kategori R2 dan R3.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer di Indonesia yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Menariknya, pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini tidak memerlukan tes uji kompetensi, sehingga honorer R2 dan R3 bisa langsung diangkat menjadi ASN.


Kontrak, Gaji, dan Perbedaan dengan PPPK Penuh Waktu

Meskipun memberi peluang besar, PPPK Paruh Waktu memiliki beberapa perbedaan mendasar dibanding PPPK penuh waktu:

  1. Masa Kontrak
    Kontrak awal hanya berlaku selama 1 tahun. Perpanjangan kontrak dilakukan jika pegawai mendapatkan nilai kinerja predikat baik.

  2. Skema Gaji
    Gaji PPPK Paruh Waktu diberikan dengan dua skema berbeda:

    • Menyesuaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) daerah.

    • Menyesuaikan besaran gaji sebelum terangkat menjadi ASN.

Perbedaan inilah yang membuat sebagian pihak melihat PPPK Paruh Waktu sebagai solusi sementara, meskipun tetap memberikan kepastian status bagi tenaga honorer.


Tiga Jabatan ASN yang Bisa Diisi PPPK Paruh Waktu

Sayangnya, honorer R2 dan R3 yang terangkat menjadi PPPK Paruh Waktu hanya bisa menempati tiga jenis jabatan ASN, yaitu:

  • Tenaga Pendidik (Guru)

  • Tenaga Kesehatan

  • Tenaga Teknis

Pembatasan ini bertujuan agar pengangkatan paruh waktu fokus pada kebutuhan mendesak sektor publik.


Langkah Strategis atau Sekadar Solusi Sementara?

Dengan kebijakan ini, pemerintah menunjukkan niat untuk mempercepat penyelesaian status honorer. Namun, di sisi lain, keterbatasan jenis jabatan dan durasi kontrak membuat status ini berpotensi dianggap hanya sebagai “jalan tengah” sebelum pengangkatan penuh.

Bagi honorer R2 dan R3 yang masuk kriteria, kesempatan ini patut dimanfaatkan secepat mungkin. Di tengah ketidakpastian, setengah kepastian sering kali lebih berarti dibanding tidak ada kepastian sama sekali.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan

30 Desember 2025 - 16:42 WIB

Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember

30 Desember 2025 - 16:22 WIB

Rute Surabaya-Palangkaraya Jadi Upaya Citilink Permudah Mobilitas Wisata dan Bisnis

24 Desember 2025 - 18:28 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter, Status Masih Siaga

20 Desember 2025 - 19:57 WIB

IPR Surabaya November 2025 Diprediksi 489,4, Lebih Tinggi dari September

20 Desember 2025 - 13:43 WIB

Bank Indonesia Prediksi Penjualan Eceran Surabaya Naik 19,7 Persen YoY di November 2025

20 Desember 2025 - 13:37 WIB

Trending di Nasional