Sepanjang Bulan Januari Hingga September 2025, Gunung Semeru Erupsi 2.449 Kali - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 17 Sep 2025 15:30 WIB ·

Sepanjang Bulan Januari Hingga September 2025, Gunung Semeru Erupsi 2.449 Kali


 Sepanjang Bulan Januari Hingga September 2025, Gunung Semeru Erupsi 2.449 Kali Perbesar

Lumajang, – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pertengahan September 2025, gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang ini telah mengalami 2.449 kali erupsi, menurut data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Meski aktivitasnya sangat tinggi, Semeru masih berada pada status Level II (Waspada). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengingatkan bahwa status Waspada bukan berarti masyarakat bisa lengah.

“Dengan tingkat erupsi sebanyak itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada. Level II bukan berarti aman, tapi menunjukkan adanya potensi ancaman yang perlu terus dipantau,” ujar Muhari dalam keterangannya, Rabu (17/9/25).

Baca juga: Ranuyoso di Jalur Trans Jawa, Potensial Jadi Sentra Oleh-Oleh Buah Lumajang

Gunung Semeru dikenal sebagai salah satu gunung api teraktif di Indonesia, dan ancaman yang ditimbulkannya tidak hanya berupa guguran awan panas dan abu vulkanik, tetapi juga bahaya sekunder seperti banjir lahar dingin, terutama menjelang musim hujan.

Tiga daerah aliran sungai (DAS) yang paling berisiko terdampak banjir lahar dingin seperti, Sungai Besuk Kobokan di Kecamatan Pronojiwo, Sungai Besuk Lanang di Desa Supiturang, Pronojiwo, dan Sungai Regoyo di Kecamatan Candipuro.

Baca juga:Temuan 9 Kasus Campak, Dinkes Kota Malang Langsung Lakukan Pelacakan dan Survei Lokasi

“Saat hujan turun di puncak Semeru, endapan material vulkanik sangat mudah terbawa aliran air dan meluap ke wilayah permukiman. Ini yang harus diantisipasi sejak dini,” jelas Muhari.

Muhari menambahkan, mengingat tingginya risiko, perlu ada penguatan identifikasi risiko di wilayah terdampak serta kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga relawan dan masyarakat sipil.

“Mitigasi tidak bisa berjalan sendiri. Semua pihak harus terlibat dalam memperkuat sistem peringatan dini dan jalur evakuasi,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pagi Ini Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu 1,1 Km Mengarah ke Selatan

6 April 2026 - 07:58 WIB

Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara

5 April 2026 - 10:37 WIB

Hadapi Lonjakan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Siapkan 32 Ribu Kursi

4 April 2026 - 10:57 WIB

Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang

3 April 2026 - 18:14 WIB

Masalah Teknis hingga Pendanaan Hambat Sebagian SPPG di Lumajang

31 Maret 2026 - 16:55 WIB

Evaluasi Ramadan Picu Perbaikan SPPG, 7 Unit Masih Berbenah

31 Maret 2026 - 16:46 WIB

Trending di Nasional