Sound Horeg Terlalu Keras? Seorang Penonton Meninggal Dunia

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 4 Agu 2025 08:04 WIB ·

Sound Horeg Terlalu Keras? Seorang Penonton Meninggal Saat Karnaval di Lumajang


 Sound Horeg Terlalu Keras? Seorang Penonton Meninggal Saat Karnaval di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Tragedi menyelimuti perayaan karnaval di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang ibu muda, Anik Mutmainah (38), meninggal dunia mendadak saat menyaksikan parade sound horeg, Sabtu malam (2/8/25), dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.

Korban tengah asyik menonton dan merekam suasana karnaval menggunakan ponselnya ketika tiba-tiba tubuhnya tersungkur dan tidak sadarkan diri. Kemudian beberapa orang segera membawa Anik ke Rumah Sakit. Sayangnya sesampainya di RSUD Pasirian, Anik ternyata sudah meninggal dunia.

Baca juga: Nonton Sound Horeg, Ibu Muda di Lumajang Meninggal Dunia

Video detik-detik peristiwa itu sempat direkam warga dan diunggah ke media sosial, lalu viral setelah ditonton lebih dari 110 ribu kali. Perdebatan penyebab meninggalnya Anik, menjadi perbincangan utama netizen di sosiam media.

Suami korban, Mujiarto, mengatakan bahwa istrinya dalam keadaan sehat sebelum kejadian. Ia bahkan menyebut sang istri memang menyukai sound horeg dan sengaja keluar malam untuk menikmati karnaval.

Keterangan suami Anik, Mujiarto, seolah membantah isu santer yang menyebut bahwa Anik sakit serangan jantung dan sudah dalam kondisi tidak sehat sebelum menonton karnaval.

Baca juga: Menelusuri Jejak Rasa Lumajang: Petualangan Kuliner dari Lereng Semeru ke Tengah Kota

“Kondisinya sehat, tidak punya riwayat penyakit berat. Tapi memang suaranya keras sekali malam itu, sangat membahayakan,” kata Mujiarto kepada wartawan, Senin (4/8/25).

Mujiarto menduga suara dari sound system alias sound horeg berdaya besar bisa menjadi pemicu istrinya kehilangan kesadaran.

“Ya ikhlas. Tapi kalau ditanya penyebabnya, ya itu tadi,” katanya.

Memicu perdebatan netizen di sosial media

Jatuhnya korban saat ada parade sound horeg di Lumajang membuat pembicaraan tentang sound bersuara keras kembali mencuat. Walaupun belum bisa dipastikan apa penyebab korban meninggal dunia mendadak, sebagian masyarakat semakin yakin bahwa sound horeg memang membahayakan kesehatan.

Walaupun demikian, masih banyak penggemar parade sound yang membantah parade sound membahayakan kesehatan. Menurut pembelanya, parade sound adalah bagian dari kesenian dan sangat bermanfaat untuk perekonomian.

Baca juga: Karnaval Berujung Duka, Dentuman Sound Horeg dan Gugurnya Seorang Ibu

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Trending di Nasional