SRRL Gantikan Jalur Lama, KRL Surabaya-Sidoarjo Gunakan Jalur Eksisting dengan Double Track dan Listrik - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

International · 16 Sep 2025 12:06 WIB ·

SRRL Gantikan Jalur Lama, KRL Surabaya-Sidoarjo Gunakan Jalur Eksisting dengan Double Track dan Listrik


 SRRL Gantikan Jalur Lama, KRL Surabaya-Sidoarjo Gunakan Jalur Eksisting dengan Double Track dan Listrik Perbesar

Surabaya, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengusung proyek besar di sektor transportasi rel melalui pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur Surabaya-Sidoarjo. Proyek yang dinamakan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) ini menjadi bagian dari transformasi transportasi perkotaan di Jawa Timur.

Berbeda dari pembangunan jalur kereta api pada umumnya, proyek SRRL akan memanfaatkan jalur eksisting atau jalur lama yang saat ini masih digunakan untuk kereta konvensional. Jalur tersebut akan dikonversi dari single track menjadi double track, dan dilengkapi dengan sistem elektrifikasi guna mendukung operasional KRL berbasis listrik.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub, Arif Anwar, menegaskan bahwa proyek ini tidak memerlukan pembebasan lahan baru karena akan memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada.

Baca juga: DLH Lumajang Targetkan Administrasi Rehabilitasi Alun-Alun Rampung Minggu Ini

“SRRL ini ada di jalur eksisting, jadi pekerjaannya nanti adalah pembangunan double track dan elektrifikasi di jalur lama dari Pasar Turi ke Sidoarjo,” jelas Arif Selasa (16/9/25).

Salah satu fokus utama proyek ini adalah mengubah jalur single track menjadi double track, guna meningkatkan kapasitas dan frekuensi perjalanan. Selama ini, keterbatasan kapasitas jalur tunggal menjadi kendala utama dalam lalu lintas kereta api lintas Surabaya dan sekitarnya.

Baca juga: Surabaya-Sidoarjo Bakal Terkoneksi KRL Modern, Dapat Suntikan Dana Rp 4,1 Triliun dari Jerman

Dengan dua jalur rel aktif, arus perjalanan kereta akan menjadi lebih lancar dan fleksibel, memungkinkan kereta melaju dua arah tanpa harus menunggu giliran atau saling menunggu silang.

Modernisasi jalur tidak berhenti di sana. Pemerintah juga akan membangun sistem Listrik Aliran Atas (LAA) atau overhead catenary system, sebagai bagian dari proses elektrifikasi jalur. Sistem ini menjadi infrastruktur utama dalam mendukung operasi KRL, yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kereta berbahan bakar diesel.

Dengan adanya LAA, proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan efisiensi, tetapi juga menjadi langkah konkret menuju transportasi rendah emisi di kawasan urban.

Pendekatan teknis dengan memanfaatkan jalur lama ini dinilai sebagai solusi paling rasional. Selain menekan biaya investasi, langkah ini juga mempercepat proses konstruksi karena tidak perlu memulai dari nol.

“Ini adalah bentuk efisiensi ruang dan biaya. Kita tidak perlu membuka jalur baru, cukup optimalkan yang sudah ada, dengan teknologi yang lebih modern,” terang Arif.

Sebagai tahap awal, pembangunan SRRL akan difokuskan pada koridor Stasiun Gubeng hingga Stasiun Sidoarjo, dengan pendanaan sebesar US$ 250 juta dari Bank Pembangunan Jerman (KfW).

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Kepanikan, Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg

26 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pengamanan Diperketat, Polisi Pastikan Wisata Tumpak Sewu Tetap Kondusif

24 Maret 2026 - 09:15 WIB

Agus Setiawan: Jika Konflik Global Meluas, Dampaknya Bisa Sampai ke Usaha Kecil di Daerah

14 Maret 2026 - 18:43 WIB

Ketua Kadin Lumajang: Pengusaha Mulai Pusing Hadapi Dampak Perang Iran–Israel

14 Maret 2026 - 18:27 WIB

Agus Setiawan, Jangan Ikut-Ikutan Panic Buying Jika Energi Mulai Langka

13 Maret 2026 - 18:33 WIB

Ketua Pemuda Pancasila Lumajang Ingatkan Dampak Perang Iran–Israel pada Sektor Energi

13 Maret 2026 - 17:53 WIB

Trending di International