TSNA Mengancam Hasil Panen dan Kemitraan Petani Tembakau Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 7 Agu 2025 19:13 WIB ·

TSNA Mengancam Hasil Panen dan Kemitraan Petani Tembakau Lumajang


 TSNA Mengancam Hasil Panen dan Kemitraan Petani Tembakau Lumajang Perbesar

Lumajang, – Menjelang panen, kandungan Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA) dalam tembakau Lumajang meningkat, menjadi ancaman serius bagi para petani setempat.

TSNA adalah senyawa karsinogenik yang terbentuk selama proses pengeringan tembakau dan dapat menurunkan kualitas tembakau secara drastis. Kondisi ini membuat hasil panen berisiko ditolak oleh perusahaan pembeli.

Manager Agronomi PT Aliance One Indonesia, Sumitro, menjelaskan bahwa proses pengeringan yang kurang optimal menjadi faktor utama tingginya kadar TSNA.

Sirkulasi udara yang buruk di gudang pengeringan menyebabkan daun tembakau tidak kering sempurna, sehingga kandungan TSNA meningkat.

Baca juga: Dua Motor Mahasiswa Dicuri, Unej Tarik Peserta KKN dari Desa Alun-alun Lumajang

“Tempat pengeringan yang tidak memadai membuat tembakau menjadi ‘ayem’, atau tidak renyah, sehingga pabrik tidak mau menerima,” katanya, Kamis (7/8/25).

Penolakan hasil panen ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial bagi petani, tetapi juga berpotensi memutuskan hubungan kemitraan dengan pabrik, yang menjadi sumber penghidupan utama mereka.

Sebagai langkah mitigasi, PT Aliance One bersama para petani mitra mengubah desain gudang pengeringan agar sejajar dengan arah angin, guna meningkatkan sirkulasi udara dan menurunkan kadar TSNA.

Selain itu, edukasi mengenai teknik penyimpanan tembakau pasca-pengeringan turut digencarkan untuk menjaga kualitas hasil panen.

Baca juga: Evaluasi Sound Horeg di Lumajang, Bupati: Harus Duduk Bareng dengan Kapolres

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang, Dwi Wahyono, menyebutkan bahwa masalah infrastruktur menjadi akar persoalan utama.

Dari total luas tanaman tembakau seluas 1.220 hektare, fasilitas gudang pengeringan yang memadai hanya tersedia untuk sebagian kecil lahan. “Jumlah gudang yang dibutuhkan jauh lebih banyak dari yang ada sekarang,” katanya.

Selain itu, cuaca yang tidak menentu memperburuk kualitas tanaman, menyebabkan sekitar 20 persen tembakau tumbuh tidak normal dan meningkatkan risiko terbentuknya TSNA. Dwi menegaskan perlunya peran aktif pemerintah dalam menyediakan bantuan fasilitas dan pembiayaan bagi petani.

“Tanpa dukungan tersebut, kami khawatir kerugian besar menanti petani, dan kualitas bahan baku bagi industri tembakau akan menurun,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengamanan Mudik Lebaran di Lumajang, Patroli Rumah Kosong hingga Pos Pelayanan Terpadu

13 Maret 2026 - 16:14 WIB

Kesiapan Pemda Lumajang Saat Lebaran, Bupati Indah Standby Pantau Arus Mudik dan Pelayanan

13 Maret 2026 - 09:39 WIB

Tanpa Libur, Petugas Pemkab Lumajang Siap Layani Masyarakat Saat Mudik

13 Maret 2026 - 09:17 WIB

Operasi Ketupat 2026 Berlangsung 13–29 Maret, Ratusan Personel Siaga di Lumajang

13 Maret 2026 - 08:55 WIB

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Belum Digarap, AHY: Tuntaskan Masalah KCJB Dulu

12 Maret 2026 - 18:37 WIB

Pantau Langsung Jalan Rusak, Indah Amperawati Kerahkan Tim Aspal Keliling

12 Maret 2026 - 16:54 WIB

Trending di Nasional