LUMAJANG – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengukuhkan 21 ketua dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk masa bakti 2026–2031. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (16/10/2026).
Melalui pengukuhan tersebut, HKTI memperkuat organisasi petani di 21 kecamatan. Selain itu, organisasi ini diharapkan mampu mempererat komunikasi antara petani dan pemerintah. Dengan begitu, petani dapat menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas berbagai tantangan pertanian.
HKTI Perkuat Organisasi Petani di 21 Kecamatan
Dalam laporannya, Muhamad Jamaludin menjelaskan tujuan pengukuhan pengurus PAC di 21 kecamatan. Menurutnya, langkah ini menunjukkan komitmen HKTI untuk memperkuat kelembagaan petani hingga tingkat kecamatan.
Ia berharap seluruh pengurus menjalankan amanah dengan baik. Selain menampung aspirasi petani, mereka perlu membantu mengidentifikasi persoalan di lapangan. Dengan demikian, HKTI dapat ikut mendorong penyelesaian masalah yang dihadapi petani Lumajang.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Jawa Timur, Arum Sabil, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia memandang kegiatan tersebut sebagai bentuk peneguhan amanah dan penyatuan harapan petani, khususnya di Kabupaten Lumajang.
Arum menilai tantangan pertanian membutuhkan kerja sama antara petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, ia mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerja sama yang kuat juga dapat membantu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
“Mari berjabat tangan, satukan ilmu dan teknologi demi mewujudkan kedaulatan pangan. Jadikan HKTI sebagai rumah bagi para petani. Dari petani Lumajang, kita wujudkan Indonesia yang berdaulat pangan,” pesannya.
Bunda Indah Dorong Pemanfaatan Bantuan Pertanian
Bunda Indah menyampaikan selamat kepada seluruh ketua dan pengurus PAC HKTI. Ia berharap mereka menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, ia ingin setiap pengurus memberikan manfaat nyata bagi petani di wilayah masing-masing.
Bupati juga menyoroti dukungan sarana pertanian yang telah diterima Kabupaten Lumajang, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan). Ia meminta pihak terkait memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal untuk menunjang kegiatan pertanian.
“Saya berharap seluruh bantuan dan fasilitas pertanian yang telah diberikan kepada Kabupaten Lumajang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadikan dukungan tersebut sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan,” ujar Bupati.
Menurut Bunda Indah, petani perlu memanfaatkan bantuan secara tepat agar kegiatan pertanian berjalan lebih efektif. Oleh sebab itu, pengurus HKTI diharapkan ikut mendorong penggunaan sarana pertanian sesuai kebutuhan di lapangan.
Sinergi Petani dan Pemerintah Dukung Kedaulatan Pangan
HKTI memiliki peluang untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah. Melalui peran tersebut, organisasi dapat menyerap aspirasi petani, mengenali kendala di lapangan, dan menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pihak terkait.
Selain itu, keberadaan pengurus PAC di 21 kecamatan dapat mendekatkan organisasi dengan petani. Komunikasi yang lebih kuat membantu petani menyampaikan persoalan dan kebutuhan mereka secara lebih terarah.
Karena itu, pengurus HKTI perlu membangun koordinasi yang berkelanjutan dengan pemerintah dan sesama petani. Kolaborasi tersebut dapat mendukung penyelesaian masalah pertanian sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan organisasi dan kerja sama lintas sektor, HKTI diharapkan ikut memperkuat ketahanan pangan Lumajang. Pada akhirnya, langkah bersama ini dapat mendukung pembangunan pertanian daerah sekaligus mendorong kedaulatan pangan nasional.
Tinggalkan Balasan